Pramono Anung: Citra Polri Pasti akan Dirugikan

JAKARTA, (PRLM).- Wakil Ketua DPR Pramono Anung citra Polri akan dirugikan jika rekening gendut milik Aiptu LS dibiarkan mengambang. Hal itu dikatakannya di Jakarta, Rabu.

Seperti diketahui, rekening gendut milik Aiptu LS yang bertugas di Polres Sorong berilai transaksi sebesar 1,5 yrilyun. Hal ini, kata Pramono mencengangkan dirinya dan dia berharap kasus ini tidak tertutuo oleh isu lain.

‘’Apalagi ini dikaitkan dengan tindakan untuk menimbun BBM, main ilegal logging, ini benar-benar keterlaluan. Dengan munculnya kasus ini, lembaga-lembaga pengawasan seperti Kompolnas, Irwasum Polri, dan lain-lain harus kerja lebih keras,’’ ujarnya dengan nada kesal.

Wakil Ketua Komisi III DPR, Almuzammil Yusuf mengatakan, sebenarnya tidak sulit mengembangkan temuan PPATK tentang rekening gendut milik Aiptu LS sebesar Rp 900 milyar itu. Tinggal ditelusuri saja asal muasal transaksi tersebut.

‘’Tidak mungkin tidak terlacak, pasti terlacak darimana asal dana itu, kemudian apakah dia sendiri atau ada orang lain yang terlibat. Apakah uang itu hasil bisnis keluarga atau bagaimana karena di sana banyak tambang dan lain-lain,’’ katanya.

Rupanya, temuan PPATK soal rekening senilai Rp 900 milyar juga membuat Menko Polhukam Djoko Suyanto bingung, kenapa seorang polisi berpangkat Aiptu punya rekening sebesar itu.

‘’Heran yah? Aku juga heran? Tapi kan sekarang sedang diusut,’’ kata Djoko Suyanto usai rapat terbatas di kantor presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, kemarin.

Djoko menjelaskan, saat ini pihak kepolisian sedang berkordinasi dengan pihak terkait untuk lakukan penyelidikan. ‘’Pasti aparat kepolisian akan berkoordinasi dengan semua pihak untuk memperkuat penyelidikan,’’ tegasnya.

Yang jelas, kasus rekening mencurigakan ini juga sudah ditangani Polda Papua. Ia berharap, sumber rekening mencurigakan tersebut bisa ditemukan. ‘’Kapoldanya sudah turun ke Sorong, mudah-mudahan bisa temukan sumbernya dari mana,’’ ujar Djoko Suyanto. (A-109/A-26)***

Baca Juga

Pemerintah Harus Segera Sikapi Panama Papers

JAKARTA, (PR).- Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan, beredarnya dokumen Panama Papers yang menyebut sejumlah nama pejabat publik Indonesia menuntut pemerintah untuk segera bersikap, agar tidak menimbulkan kegaduhan berkepanjangan dan menimbulkan ketidakpercayaan publik pada pemerintah.

Kapolri: Bagaimana Tahu Uang Tax Amnesty Hasil Korupsi?

JAKARTA, (PR).- Kepala Kepolisian RI Badrodin Haiti mengatakan uang yang direpatriasi dengan berlakunya UU Pengampunan Pajak (tax amnesty) itu belum dapat langsung dipastikan berasal dari hasil korupsi. Apalagi tidak ada laporan soal uang itu merupakan hasil korupsi.

Menteri BUMN: WNA Uji Tanah Halim Perdanakusuma untuk DED

JAKARTA, (PR).- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menjelaskan pengeboran yang dilakukan untuk kereta cepat Jakarta-Bandung di Bandara Halim Perdanakusuma dilakukan untuk pengujian tanah (soil test).

GMT 2016, gerhana, yogyakarta,

Libur Panjang, Hotel di Jogja Laris Manis

YOGYAKARTA, (PR).- Seluruh kamar hotel berbintang di Yogyakarta habis dipesan oleh wisatawan yang akan menghabiskan libur panjang mulai tanggal 4 hingga 8 Mei 2016.