Digerebeg, Industri Rumahan Kosmetik Ilegal di Perumahan Elit

PURWOKERTO, (PRLM).- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang Jawa Tengah bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas menggerebek industri rumahan yang memproduksi kosmetik kecantikan ilegal. Industri gelap itu berada di salah satu rumah kawasan perumahan elit, Permata Hijau Blok 8 Nomor 57, Rabu (15/5/13).

Diduga kosmetik yang diproduksi CV DSE mengandung bahan kimia obat (BKO), seperti pemutih wajah yang sudah dilarang digunakan karena berbahaya.

BPOM dibantu petugas dari Dinas Kesehatan setempat menyita satu truk lebih barang bukti berbagai produk kosmetik tanpa label yang siap edar.

Kosmetika ilegal yang diproduksi CV DSE yang diduga mengandung BKO yang disita dalam bentuk penyegar, pembersih wajah, penghilang flek hitam, pemutih wajah, obat jerawat, berupa cream pagi dan cream malam dan sebagainya.

Petugas BPOM Semarang Danil Kristina saat ditemui di sela-sela penggerebegan mengatakan bahwa rumah di kawasan perumahan elit, Permata Hijau Blok 8 Nomor 57 ini diduga digunakan sebagai pabrik yang memproduksi kosmetik ilegal.

Kosmetika yang diproduksi S pemilik CV DSE diduga mengandung bahan kimia obat berbahaya. BKO yang disita seperti silikon, antibiotik yang pemakaiannya harus dengan keterangan dokter, hidrokinon atau bahan kimia obat yang sudah dilarang peredaraannya dan biasa digunakan untuk memutihkan wajah. "Semua barang bukti kita bawa ke Semarang untukj diuji di laborat," terangnya.

Terbongkarnya produk kosmetika ilegal setelah Dinkes Banyumas sering mendapat laporan dan pengaduan dari masyarakat terutama mahasiswi dan perempuan muda terkait dugaan peredaran kosmetika ilegal ini.

Bahkan, kata dia, sebuah salon kecantikan di Banyumas telah ditutup sejak dua bulan lalu karena menggunakan produk kosmetika yang mengandung zat-zat berbahaya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Pembinaan Sumber Daya Kesehatan (P2PSDK) Dinkes Banyumas Ronin Hidayat mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan dari konsumen yang mengalami iritasi akibat menggunakan produk kosmetika ilegal ini.

Menurut dia, kosmetika ilegal ini dijual murah dengan sasaran mahasiswi dan perempuan muda. (A-99/A_88)***

Baca Juga

Ledakan di Depan Gereja Oikumene Samarinda Lukai Anak-anak

SAMARINDA, (PR).- Ledakan yang diduga berasal dari bom molotov terjadi di depan Gereja Oikumene di Jalan Dr Cipto Mangunkusumo, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu siang, 13 November 2016. Kejadia ini mengakibatkan empat orang mengalami luka-luka.

Pemerintah tak Ingin Ada Unjuk Rasa 25 November

JAKARTA, (PR).- Melalui konsolidasi yang sudah dilakukan Presiden Joko Widodo baik pada TNI, Polri, para ulama, serta proses penegakan hukum yang dilakukan transparan atas Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama, pemerintah berharap tidak ada lagi unjuk rasa 25 November 2016.

Komisi III Apresiasi Polisi dalam Penetapan Tersangka Ahok

JAKARTA, (PR).- Komisi III DPR RI memberikan apresiasi kapada Polri yang telah bekerja secara profesional, independen dan transparan atas keputusan yang diambil dalam gelar perkara yang telah menyita perhatian publik secara luar biasa itu.