PKS Tidak Kecipratan ‘Uang Panas’ Ahmad Fathanah

POLITIK

JAKARTA,(PRLM).- Ketua Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid yakin partainya tidak kecipratan sepeserpun ‘uang panas’ dari Ahmad Fathanah, tersangka suap dan pencucian uang pada kasus impor daging sapi dari luar negeri yang melibatkan bekas presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq. Keuangan PKS selalu diaudit oleh auditor independen sehingga bisa dipertanggungjawabkan.

‘’Kalau soal aliran dana secara detil, tanya Bendum PKS, tapi secara prinsip saya tegaskan keuangan partai setiap tahun dilaporkan ke KPU melalui auditing independen, dari sisi situ kalau ada masalah sudah kelihatan,’’ ujar Hidayat di DPR, Selasa (14/5).

Namun, bila KPK dan PPATK punya data atau temuan mengenai aliran dana Fathanah ke partainya, silahkan dibuka seluas-luasnya sehingga tidak jadi wacana. ‘’Silahkan PPATK dan KPK bongkar saja kalau ada temuan soal itu,’’ pinta bekas Ketua MPR itu.

Hidayat Nur Wahid juga mendorong PPATK segera membuka aliran dana Ahmad Fathanah ke 20 perempuan cantik, jangan hanya berwacana karena bisa membias ke mana-mana. ‘’PPATK jangan hanya berwacana, bongkar saja biar publik tahu,’’ tantangnya.

Ia berani menjamin, sejumlah perempuan cantik yang disebut-sebut menerima aliran dana dari Fathanah itu tak ada yang memiliki hubungan dengan PKS. Ia juga menegaskan, tidak ada kader PKS yang menjadi penyanyi dangdut.

‘’Kita nggak tahu aliran dana Fathanah. Kalau Anda lihat tipologi wanita yang dekat dengan Fathanah, Anda pasti tahu. Kan nggak ada anggota PKS yang jadi penyanyi dangdut,’’ tegasnya.

Di tempat terpisah, Menkominfo dari PKS, Tifatul Sembiring membantah tudingan bahwa partai yang pernah dipimpinnya melakukan perlawanan terhadap KPK.

Dijelaskan, langkah PKS melaporkan Jubir KPK, Johan Budhi dan 10 penyidik KPK yang hendak menyita mobil-mobil mewah di kantor PKS, merupakan langkah hukum yang wajar dan sesuai aturan yang berlaku.

‘’Itu lebay. PKS tidak melawan. Tidak versus begitu, tudingan itu kurang pas menurut saya,’’ tegas Tifatul di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakpus, kemarin.

Bekas Presiden PKS itu menegaskan, langkah PKS mempolisikan sejumlah penyidik KPK, bukan di luar konteks hukum.

Langkah itu sesuai anjuran Johan Budhi yang mempersilakan PKS mengadu ke polisi jika keberatan terhadap tindakan KPK.

‘’Saya dengar dari diskusi di TV, bahwa Pak Johan Budhi juga mempersilahkan, kalau misalnya ada pihak-pihak tidak suka, tempuh saja prosedur hukum. Intinya kan ini melalui suatu prosedur hukum, bukan di luar konteks hukum,’’ katanya. (A-109/A-89)***

Baca Juga

Menteri Parpol Kerap Bawa Agenda Sendiri

POLITIK

JAKARTA, (PRLM).- Para menteri dari partai politik kerap membawa agenda sendiri dan kelompok, yang mengakibatkan kinerja Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla anjlok.

Pimpinan MPR Undang Presiden Laporkan Kinerjanya Kepada Rakyat

POLITIK

JAKARTA, (PRLM).- Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Fraksi-Fraksi MPR, serta kelompok Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dipimpin Ketua MPR Zulkifli Hasan, Jumat (3/7/2015), di kantor Presiden, Jakarta, mengunjungi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kerjasama FPKB-Wartawan Dimulai dengan Batu Akik

POLITIK

JAKARTA, (PRLM).- Ketua FPKB DPR A. Helmy Faishal Zaeni bertekad membangun kerjasama dengan media agar saling memahami dalam menjalan tugas masing-masing.

PNS Tak Boleh Jadi Tim Sukses

POLITIK

JAKARTA, (PRLM).- Para pegawai negeri sipil (PNS) tidak boleh terlibat kegiatan politik praktis seperti menjadi tim sukses baik secara langsung maupun tidak langsung. Semua PNS harus netral dalam proses pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak tahun ini.