DPRD Kab. Bandung akan Cek Gas Elpiji 3 Kg

BANDUNG RAYA

SOREANG, (PRLM).- Ketua Dewan Komisi B DPRD Kabupaten Bandung, Saeful Bahri akan melakukan pengecekan langsung dengan terjun ke lapangan untuk mencari penyebab kenaikan harga Gas Elpiji tiga kilogram di beberapa wilayah Kabupaten Bandung.

Saeful Bahri mengatakan kenaikan harga gas elpiji 3 Kilogram tersebut dirasa sangat memberatkan bagi masyarakat terutama masyarakat di kalangan kecil.

"Kami akan turun langsung kelapangan untuk melihat kondisi harga gas elpiji 3 kiogram di pasaran," kata Saeful saat diwawancarai di Gedung DPRD Kabupaten Bandung di Jalan Raya Soreang, Selasa (14/5/2013).

Menurutnya, kenaikan ini diakibatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dalam melakukan penimbunan gas elpiji. Oleh karenanya, pemerintah harusnya melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan pendataan dan mencari penyebabnya.

"Mungkin di balik semua ini ada pihak dan oknum yang bermain. Oleh karena itu, pemerintah harus bekerjasama dengan pihak kepolisian. Kemudian melakukan koordinasi langsung dengan Pertamina Kabupaten Bandung," ucapnya.

Saeful mengaku, sampai saat ini pihaknya, belum menerima laporan terkait kenaikan gas elpiji ini di kalangan masyarakat. "Kami belum mendapatkan laporan terkait kenaikan gas elpiji ini. Namun, secepatnya kami akan terjun langsung kelapangan untuk melihat kondisi harga tersebut," katanya.

Dan di tempat terpisah, Kepala Dinas Koprasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bandung, Popy Hopipah mengatakan, terkait kenaikan harga gas elpiji 3 Kilogram tersebut pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Hiswana Migas Bandung Raya agar dilakukan antisipasi di pasaran.

"Hingga saat ini, kami terus melakukan koordinasi terkait kenaikan harga gas elpiji ini. Selain itu, kami pun sudah membuat rekomendasi kepada Pertamina untuk menambah kuota gas. Jadi setiap agen gas yang masih kekurangan pasokan, agar segera melaporkan kepada kami," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Harga Gas Elpiji tiga kilogram (KG) di beberapa wilayah Kabupaten Bandung mengalami kenaikan yang signifikan. Tentu, dengan kondisi seperti ini banyak dikeluhkan warga dan sangat memeberatkan. Semula harga dari Rp14.000 per tabung saat ini menjadi Rp16.000. (A-211/A-26)***

Baca Juga

PWI Kab. Bandung Sebarkan Sembako di Soreang

BANDUNG RAYA

SOREANG,(PRLM).- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kab. Bandung menggelar bakti sosial dengan menyalurkan 50 paket sembako kepda warga kurang mampu yang tinggal di sekitar sekretariat PWI Kab. Bandung yakni dua desa di Kec.

Polres Bandung Sita Jamu Ilegal

BANDUNG RAYA
SATUAN Reskrim Polres Bandung memeriksa izin BPPOM saat penggerebekan di toko distributor di Jln. Cibaduyut, Kota Bandung, Kamis (2/7/2015) malam. Polres Bandung menyita jamu dengan izin BPPOM yang diduga palsu hasil pengembangan dari gudang penyimpanan m

Menteri Agraria Gandeng Polri dan Kejagung

BANDUNG RAYA

NGAMPRAH, (PRLM).- Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan berencana menggandeng Kepolisian RI (Polri) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk ikut menyelesaikan sengketa pertanahan yang banyak terjadi di Indonesia.

Buruh Demo Tuntut PP 46/2015 tentang JHT Dicabut

BANDUNG RAYA

‪CIMAHI, (PRLM).- Ratusan buruh dari perwakilan berbagai serikat buruh di Kota Cimahi melakukan aksi unjuk rasa ke kantor BPJS Ketenagakerjaan Kota Cimahi di Jln. Jend. Amir Mahmud Kota Cimahi, Selasa (7/7/2015). Mereka menuntut dicabutnya Peraturan Pemerintah (PP) No.