Ijazah Diniyah Takmiliyah Rawan Dijualbelikan

SOREANG, (PRLM).- Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jabar mewanti-wanti agar tidak ada jual beli ijazah maupun surat keterangan sedang belajar Diniyah Takmiliyah berkaitan dengan kewajiban melampirkan ijazah Diniyah Takmiliyah untuk melanjutkan ke SMP/MTs maupun SMA/SMK/MA. Sedangkan warga meminta agar kewajiban ijazah Diniyah Takmiliyah untuk masuk ke SMA/SMK/MA karena SMP/MTs merupakan wajib belajar pendidikan dasar (Wajar Dikdas) 9 tahun.

“Dengan adanya kewajiban mengantongi ijazah Diniyah Takmilyah dikhawatirkan akan terjadi jual beli ijazah hanya agar bisa lulusan SD melanjutkan ke SMP/MTs dan lulusan SMP ke MA/SMK/SMA,” kata Kepala Kemenag Jabar, H. Saeroji, ketika dihubungi “PRLM”, Selasa (14/52013).

Diberitakan sebelumnya, lulusan SD yang akan melanjutkan ke jenjang SMP/MTs. maupun lulusan SMP yang akan ke SMA/SMK/MA diwajibkan mengantongi ijazah diniyah takmiliyah mulai tahun ajaran 2013/2014. Namun diniyah takmiliyah bisa mengeluarkan surat keterangan sedang belajar bagi siswa SD dan SMP yang belum mengantongi ijazah.
Sedangkan lulusan Madrasah Ibtidaiyah (MI) maupun Madrasah Tsanawiyah (MTs) tidak diwajibkan memiliki ijazah Diniyah Takmiliyah karena mata pelajaran agamanya sudah banyak. Mata pelajaran agama di MI dan MTs sama dengan diniyah yakni Alquran Hadis, Sejarah Kebudayaan Islam, Fikih, dan Bahasa Arab.

Lebih jauh Saeroji mengatakan, kewajiban belajar di diniyah takmiliyah tidak sebatas untuk mendapatkan ijazah melainkan pembentukan anak berakhlak baik. “Anak-anak juga dibiasakan beribadah sejak dini, bisa membaca dan memahami Alquran dengan baik, dan mempraktikkan dalam kesehariannya. Bukan sebatas selembar ijazah,” katanya.(A-71/A-147)***

Baca Juga

KNS X Rekomendasikan Arung Sejarah Bahari

JAKARTA,(PR).- Konferensi Nasional Sejarah (KNS) X tahun 2016 menghasilkan sejumlah rekomendasi bagi pemerintah. Salah satu rekomendasi dari KNS yang berlangsung sejak 7-10 November 2016 tersebut ialah terkait Arung Sejarah Bahari (AJARI).

Guru Besar FIB Unpad Dudih A Zuhid Meninggal Dunia

BANDUNG, (PR).- Purnabakti Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Dudih Amir Zuhud meninggal dunia, Senin, 21 November 2016 malam. Profesor kelahiran Banjar ini mengembuskan nafas terakhir dalam usia 77 tahun.

Ini Dia Empat Karakter Guru Favorit Siswa

Setiap tanggal 25 November merupakan perayaan Hari Guru Nasional di Indonesia . Bentuk perayaannya pun beranekaragam, mulai dari para siswa yang menyalami semua guru di sekolah tersebut, hingga mencuci kaki para guru yang dilakukan langsung oleh para siswanya.