Kemenparekraf Beri Penghargaan Toilet Bersih di Bandara

JAKARTA, (PRLM).- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan memberikan penghargaan kepada 20 bandara di 19 Provinsi dalam ajang "Toilet Umum Bersih" yang dilaksanakan setiap 2 tahun sekali.

Ajang "Toilet Umum Bersih" dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti penting Sapta Pesona (Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan). Pemilihan "Toilet Umum Bersih" juga mendukung pengelolaan objek wisata yang profesional dan terwujudnya citra destinasi pariwisata yang baik dan berdaya saing.

Sebelum menilai toilet bersih di bandara, Kemenparekraf telah melakukan kegiatan sejenis dengan sasaran toileh bersih di museum, kebun binatang, dan taman rekreasi. Jadi kegiatan "Toilet Umum Bersih" di bandara, merupakan kegiatan yang keempat.

Naning S. Adiwoso, Ketua Asosiasi Toilet Indonesia mengakui, selama ini belum ada peta toilet baik di kota besar maupun kota kecil. Hal itu jelas sangat menyulitkan para wisatawan, baik asing maupun domestik saat mencari toileh di objek wisata. Selain itu perlu juga didorong, adanya toileh bersih yang berstandar internasional.

Sementara itu, Dirjen Destinasi Kemenparekraf, Firmansyah Rahim mengatakan, penghargaan Sapta Pesona Toilet Umum Bersih Bandara Internasional/Nasional diadakan tiap dua tahun. Mengapa objek penilaian terarah kepada toileh bandara, kareana selama ini lokasi tersebut menjadi perhatian utama para wisatawan. "Karena bandara adalah tempat pertemuan multiculture dan multiras, di mana toilet menjadi salah satu kebutuhan wisata yang tidak dapat dihindarkan, sekaligus sebagai marketing tools pariwisata," ujarnya (Mun/A-147)***

Baca Juga

Indonesia Membutuhkan Sosok Saridjah Niung

MEMPERINGATI hari lahir Saridjah Niung ke-109, Google menampilkan gambar sosok perempuan yang tengah menyanyi di depan mikrofon dalam doodlenya. Tiga anak mendengarkannya lewat radio tua dengan penuh senyum. Siapa Saridjah Niung?

531 Narapidana Terima Remisi Hari Raya Nyepi

JAKARTA, (PR).- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum dan HAM tahun ini memberikan Remisi Khusus Hari Raya Nyepi 1 Saka 1939 kepada 531 orang narapidana. Jumlah ini berasal dari total 1.175 orang Narapidana beragama Hindu di seluruh Indonesia.

Gerakan Serentak Tanam Cabai Terbukti Tekan Harga

YOGYAKARTA, (PR).- Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan gerakan tanam cabai serantak berhasil menekan harga cabai rawit merah yang sempat melambung di atas Rp100 ribu per kilogram di daerah itu.