Penanganan Banjir di Kali Bekasi Perlu Dipercepat

JAWA BARAT

BEKASI, (PRLM).- Dinas Bina Marga dan Tata Air (Bimarta) Kota Bekasi meminta Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) mempercepat pelaksanaan penanganan banjir di Kali Bekasi. Percepatan pelaksanaan dibutuhkan karena kebutuhan sudah mendesak, mengingat ancaman banjir pada perumahan-perumahan di sepanjang aliran Kali Bekasi bisa datang sewaktu-waktu.

Kepala Dinas Bimarta Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, pemerintah pusat telah menyetujui pengalokasian dana sebesar Rp 250 miliar pada tahun ini untuk penanganan banjir yang berfokus di Kali Bekasi. Pelaksana proyek tersebut ialah BBWSCC.

"Kegiatannya macam-macam, mulai dari pemasangan 'bored piles', 'side piles', peninggian tanggul, dan bronjong di lokasi-lokasi rawan tekanan air. Jenis kegiatan disesuaikan dengan karakteristik kebutuhan di masing-masing wilayah, yakni mulai dari hulu Kali Bekasi di Perumahan Pondok Gede Permai hingga pintu air di Jalan Mayor Hasibuan," kata Tri.

Lebih lanjut dikatakan Tri, dana penanganan banjir yang dialokasikan tahun ini memang masih berfokus pada kegiatan fisik untuk memperkuat kemampuan tanggul-tanggul menahan luapan Kali Bekasi. Adapun kegiatan berupa normalisasi seperti pengerukan sedimentasi yang sudah parah di Kali Bekasi belum dianggarkan saat ini. "Yang penting mengamankan dulu sekitar 18 perumahan di sepanjang aliran Kali Bekasi dari ancaman banjir," ujarnya.

Meski demikian, Tri mengakui, pelaksanaan normalisasi Kali Bekasi juga memang sudah sangat mendesak untuk dilakukan. Tebalnya sedimentasi yang terbentuk di Kali Bekasi membuat air lebih rentan meluap manakala debit bertambah.
Seperti kejadian luapan Minggu (12/5/2013) dini hari, debit air kiriman dari Bogor mencapai ketinggian 340 cm. Adapun kemampuan tanggul-tanggul Kali Bekasi hanya sampai 200 cm. "Makanya diinstruksikan agar pintu air segera dibuka agar permukaan air tak terus meninggi. Jika akhirnya tetap ada perumahan yang tergenang luapan kali, itu karena kekuatan tanggul penahannya yang bermasalah," katanya.

Hal tersebut antara lain terjadi di Perumahan Pondok Gede Permai dan Pondok Mitra Lestari(PML) yang sama-sama berlokasi di Kecamatan Jatiasih. Untuk penanganan banjir di PML, selain penguatan tanggul rusak yang akan dilakukan oleh BBWSCC, Dinas Bimarta akan memperbaiki pintu air yang tidak berfungsi optimal.

Berdasarkan hasil pantauannya ke lokasi, ia mendapati ada sembilan titik pintu air yang rusak hingga mengakibatkan luapan Kali Bekasi cepat menggenangi perumahan. "Ada yang pintunya berkarat bahkan jebol tergerus aliran sungai hingga menyisakan lubang menganga yang menjadi lokasi lintasan air. Pintu-pintu air itu diupayakan tertutup kembali supaya dapat berfungsi optimal," ucapnya.

Tiga dari sembilan pintu air yang rusak akan diperbaiki Dinas Bimarta. Sementara sisanya diperbaiki menggunakan dana swadaya warga. "Kami upayakan penggantian pintu air yang lama dan rusak dengan yang baru sudah bisa dilakukan pekan depan," jelasnya.

Adapun perihal pembuatan rumah pompa di bagian depan perumahan memerlukan tambahan waktu karena pihaknya harus melibatkan pihak swasta yakni PT Agung Sedayu untuk pengadaan fisik bangunannya. (A-184/A-147)***

Baca Juga

Pedagang Mengeluh, Distributor Batasai Jatah Kiriman

JAWA BARAT

GARUT, (PRLM).- Jelang Bulan Ramadan tiba, sejumlah kebutuhan bahan pokok sudah mulai merangkak naik. Tradisi ini memang selalu terjadi ketika menghadapi puasa dan hari raya Idulfitri.

Ketua RW Berharap Ada Perbaikan Data RTS

JAWA BARAT
Ketua RW Berharap Ada Perbaikan Data RTS

SUBANG, (PRLM).- Beberapa Ketua RW di Kelurahan Parung Kecamatan/Kabupaten Subang berharap ada perbaikan data lebih akurat terkait warganya yang masuk dalam Rumah Tangga Sasaran tahun 2015.

Rektor UI Nilai Pengungkapan Kasus Akseyna Lama

JAWA BARAT

DEPOK, (PRLM).- Rektor Universitas Indonesia (UI), Muhammad Anis menilai penyelesaian kasus kematian Akseyna Ahad Dori (18), mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas MIPA UI, tergolong lama. Dia mengharapkan polisi bisa segera mengungkap misteri kasus kematian Akseyna.

Warga Keluhkan Penambangan Pasir Sindang Singkir

JAWA BARAT

GARUT, (PRLM).- Meski penambangan pasir galian C ilegal di Kaki Gunung Guntur di Kecamatan Tarogong Kaler, sudah ditutup paksa oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Garut, tetapi kegiatan penambangan di daerah lainnya di Kabupaten Garut masih terus berlanjut.