Charles Wicksteed Sebagai Perancang Pertama

Ayunan Pertama di Taman Bermain Ada 90 Tahun Lalu

LUAR NEGERI
FOTO yang diyakini sebagai ayunan pertama di taman bermain, dibangun 90 tahun lalu dengan tali ayunan yang panjang dan tanpa permukaan pengaman.*
ORANGE/PRLM
FOTO yang diyakini sebagai ayunan pertama di taman bermain, dibangun 90 tahun lalu dengan tali ayunan yang panjang dan tanpa permukaan pengaman.*

LONDON, (PRLM).- Ahli sejarah menemukan foto yang diyakini sebagai ayunan pertama di taman bermain, dibangun 90 tahun lalu dengan tali ayunan yang panjang dan tanpa permukaan pengaman. Penggunanya bisa berayun setinggi empat meter pada tali rantai yang menggantung pada tiang besi dan permukaan lantai keras.

Peralatan permainan itu diperkirakan dibangun tahun 1923 di Taman Wicksteed di Kettering, Northamptonshire, Taman bermain pertama di Inggris.

Ayunan itu dirancang pemiliknya Charles Wicksteed, sebagai bagian dari visinya menginspirasi dan mendorong bermain sebagai bagian dari kesehatan dan keberadaan keluarga.

Awal Charles membuat ayunan dan serodotan (luncuran) di taman miliknya, lantas menjadi industri dan dijual ke berbagai penjuru dunia. (A-88/orange)****

Baca Juga

Serangan Bunuh Diri di 2 Masjid di Yaman, 130 Tewas

LUAR NEGERI

SANAA, (PRLM).- Para petugas medis mengatakan lebih dari 130 orang tewas dan lebih dari 250 terluka dalam serangkaian pemboman bunuh diri di dua masjid di ibukota Yaman, Sana'a.

Rusia Bantah Konfrontasi dengan NATO

LUAR NEGERI

MOSKOW, (PRLM).- Seorang pejabat senior Rusia mengatakan Moskow tidak sedang mengupayakan konfrontasi dengan NATO.

Pendiri Singapura Lee Kuan Yew Meninggal Dunia

LUAR NEGERI
REUTERS/PRLM

SINGAPURA, (PRLM).- Pendiri Singapura Lee Kuan Yew meninggal dunia pada Senin dini hari (23/3/2015) di usia 91 tahun setelah menjalani perawatan di rumah sakit karena radang paru-paru selama sekitar satu bulan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kantor Perdana Menteri Singapura.

Misi Pemeliharaan Perdamaian

Wamenlu Dukung Peningkatan Kontribusi Indonesia di PBB

LUAR NEGERI

JAKARTA, (PRLM).- Sebagai salah satu negara penyumbang personel terbesar, Indonesia seharusnya dapat menempatkan lebih banyak personelnya pada posisi kepemimpinan (senior leadership) pada misi pemeliharaan perdamaian PBB.