Kloter I Jemaah Calon Haji Berangkat 10 September 2013

JAKARTA, (PRLM).- Kementerian Agama melalui Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah melakukan penandatanganan perjanjian pengangkutan udara jemaah haji Indonesia musim haji 1434 H/2013 M dengan maskapai Garuda Indonesia dan Saudi Arabia Airlines di Jakarta, Senin (13/5/13).

Dalam acara penandatanganan perjanjian tersebut, Kemenag diwakili Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Anggito Abimanyu. Sedangkan lainnyaa adalah Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan perwakilan/pimpinan Saudi Arabia Airlines Abdurrahman Sa’ad Hajar.

Rencananya, pemberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama atau awal pemberangkatan jemaah calon haji musim haji 1434 H dari tanah air ke Arab Saudi akan berlangsung pada 10 September 2013 mendatang. Proses pemberangkatan ini akan berakhir pada 9 Oktober 2013.

Selanjutnya, pada 20 Oktober 2013 merupakan awal pemulangan jemaah haji dari Arab Saudi ke tanah air. Sementara, proses pemulangan jemaah haji direncanakan berakhir pada 18 November 2013.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Anggito Abimanyu menjelaskan, Garuda Indonesia (GA) akan mengangkut sekitar 112.688 jemaah haji dari embarkasi Aceh, Medan, Padang, Palembang, Jakarta (khusus Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Lampung), Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Lombok.

Sedangkan, Saudi Arabia Airlines (SV) akan mengangkut sekitar 83.726 jemaah haji dari embarkasi Batam, Jakarta (khusus Provinsi Jawa Barat), dan Surabaya.

Jemaah haji Indonesia, kata dia, ada yang akan mendarat di Jeddah dan ada yang di Madinah.(A-94/A-108)***

Baca Juga

Cek Dana JHT Cukup Lewat BPJSTK Mobile

JAKARTA, (PR).- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan terus mengupayakan perlindungan menyeluruh bagi seluruh pekerja di Indonesia dapat segera terwujud. Hal itu antara lain dilakukan dengan hadirnya fitur baru pada aplikasi BPJSTK Mobile.

VAKSIN tidak dapat bekerja dengan baik tanpa tidur yang nyenyak, demikian hasil studi terbaru.*

Kasus Vaksin Palsu Bukti Kemenkes dan Badan POM Teledor

JAKARTA, (PR).- Terkuaknya kasus vaksin palsu merupakan hal yang sangat tragis. Pemalsuan yang berlangsung sampai 13 tahun itu menunjukkan pengawasan oleh Kementerian Kesehatan dan Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan) terhadap industri farmasi lemah, bahkan teledor.

VAKSIN tidak dapat bekerja dengan baik tanpa tidur yang nyenyak, demikian hasil studi terbaru.*

Antisipasi Vaksin Palsu, Dinkes Lakukan Pendataan

YOGYAKARTA, (PR).- Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta akan melakukan pendataan asal vaksin yang digunakan di rumah sakit swasta maupun pemerintah, klinik, apotek maupun praktik dokter mandiri untuk mengantisipasi peredaran vaksin palsu.

Menteri Pertahanan Yakin Filipina Serius Bantu Selamatkan Sandera

JAKARTA, (PR).- Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu yakin pemerintah Filipina serius menangani 7 WNI Indonesia yang disandera kelompok bersenjata. Dalam penanganan 7 WNI ini, TNI masih memonitor dan belum sampai masuk ke wilayah Filipina.