Popularitas dan Elektabilitas Kandidat Pilwalkot Bandung Masih Rendah

POLITIK
SEKJEN Pusat Kajian dan Kepakaran Statistika (PK2S) Unpad Tata S Wirasasmita, memaparkan mengenai tingkat popularitas dan elektabilitas pemilih pada Pilwalkot Bandung 2013, di PK2S Unpad, Jln. Sultan Agung, Kota Bandung, Senin (13/5/2013). Tingkat popular
ADE BAYU INDRA/PRLM
SEKJEN Pusat Kajian dan Kepakaran Statistika (PK2S) Unpad Tata S Wirasasmita, memaparkan mengenai tingkat popularitas dan elektabilitas pemilih pada Pilwalkot Bandung 2013, di PK2S Unpad, Jln. Sultan Agung, Kota Bandung, Senin (13/5/2013). Tingkat popularitas Calon Walikota dan Wakil Walikota Bandung masih rendah karena belum dikenal pemilih, dan calon diusung oleh partai masih dominan dibanding independen.*

Baca Juga

Puan: Belum Ada Revolusi Mental Pada Kader yang Koruptif

POLITIK
MENTERI Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (23/10/2015) mengatakan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di lima provinsi di Indonesia yang mengalami kebakaran hutan dan lahan saat ini sudah pada

NGAMPRAH, (PRLM).- Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Puan Maharani menyatakan bahwa kader PDIP masih ada yang belum memahami revolusi mental. Hal tersebut dia katakan berkaitan dengan kasus yang menjerat Damayanti Wisnu Putranti, anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDIP.

Bupati Cianjur Terpilih akan Rangkul Lawan Politik

POLITIK

CIANJUR, (PRLM).-Calon bupati terpilih Irvan Rivano Muchtar mengungkapkan, pasca penetapannya sebagai calon bupati terpilih ia akan melakukan cooling down dahulu karena harus menunggu pelantikan.

Gedung DPRD Cianjur Kosong, 50 Anggota DPRD Ikuti Bimtek

POLITIK

CIANJUR, (PRLM).- Sebanyak 50 Anggota DPRD Cianjur hari ini, Selasa (26/1/2016) dijadwalkan mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) di salah satu hotel di Bandung. Kegiatan Bimtek tersebut akan berlangsung hingga Jum'at (29/1/2016) mendatang.

PPP Yakin Jokowi Tak Tinggalkan "Pacar Lama"

POLITIK
JAKARTA, (PRLM).- Partai Golkar resmi menyatakan akan bergabung dengan koalisi partai pendukung pemerintah. Seperti yang diketahui Partai Golkar merupakan partai kedua yang memiliki 91 kursi di DPR setelah PDIP.