Survei Pilwalkot Bandung

Pemungutan Suara Pilwalkot Bandung Bisa Dua Putaran

POLITIK

BANDUNG, (PRLM).- Jumlah swing voters dalam Pemilihan Wali Kota Bandung (Pilwalkot) Bandung 2013 diperkirakan mencapai 51,47 persen dari jumlah pemilih. Kemungkinan besar, Pilwalkot Bandung juga akan berlangsung dua putaran.

Hasil survey itu diutarakan Ketua Pusat Kajian dan Kepakaran Statistika (PK2S) Universitas Padjadjaran Toni Toharudin, dalam konferensi pers di Gedung MIPA Unpad, Jln. Ir. Djuanda, Senin (13/5/2013).

"Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 1.700 responden, didapatkan bahwa meskipun tingkat partisipasi politik saat ini cukup tinggi yaitu 91,68 persen, namun jumlah swing voters juga tinggi, lebih dari 50 persen," kata Toni.

"Jika tidak mampu teryakinkan, swing voters itu akan menjadi golput, tapi bisa juga menjadi potensi bagi calon yang serius menggarap visi misinya dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat," tuturnya.

Dengan banyaknya pasangan, Toni mengatakan bahwa tingkat golput diperkirakan mencapai 40 persen. Jumlah tersebut juga jauh lebih tinggi daripada golput saat Pilwalkot Bandung tahun 2008 yang mencapai 30,19 persen, atau golput dalam Pilgub Jabar yang mencapai 36 persen.

Tidak adanya tokoh sentral dengan popularitas tinggi juga disebutkan Toni menjadi alasan banyaknya swing voters. Menurut dia, secara umum tingkat popularitas para calon yang akan bertarung dalam Pilwalkot Bandung tidak cukup tinggi.

"Tingkat popularitas masing-masing calon masih di bawah 40 persen, kalaupun ada yang terbilang tinggi juga berasal dari pejabat di Pemkot Bandung," ujarnya.

Hasil tersebut juga menunjukkan bahwa para calon masih harus lebih giat lagi untuk rangka memperkenalkan diri kepada masyarakat.

Menurut dia, angka tersebut masih mungkin berubah mengingat waktu pencoblosan yang masih dalam hitungan bulan. Selain itu, perubahan angka juga sangat tergantung kepada peran para calon dalam menarik hati pemilih dilihat dari visi dan misi para calon serta berbagai program realistis yang akan ditawarkan. (A-175/A_88)***

Baca Juga

Akbar Tanjung Anggap Kasus Yance Bermuatan Politis

POLITIK

BANDUNG, (PRLM).- Politisi senior Partai Golkar Akbar Tanjung, menyatakan kasus PLTU Sumuradem yang menyeret Irianto MS Syafiudin (Yance) bermuatan politis. Pasalnya sejauh ini tidak ada bukti yang bisa dijadikan dasar bahwa Yance melakukan tindakan korupsi.

Effendi Simbolon Merasa Perlu Ajukan Hak Angket BBM

POLITIK

JAKARTA, (PRLM).- Anggota Komisi I FPDIP DPR Effendi MS Simbolon menilai selama setengah tahun memerintah ini sudah banyak pelanggaran konstitusi yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-JK khususnya terhadap kenaikan harga BBM yang diserahkan ke mekanisme pasar.

Kisruh Golkar

Kubu Agung tak Berwenang Putuskan Pencalonan Pilkada

POLITIK

JAKARTA, (PRLM).- Menindaklanjuti putusan sela Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta untuk Partai Golkar, Kuasa Hukum kubu Aburizal Bakrie menegaskan DPP Golkar hasil Munas Pekanbaru yang berwenang mencalonkan.

Mobil Dinas

Dadang Rusdiana, "‎Anggota DPRD Boleh Gunakan Mobil Negara, DPR Tidak"

POLITIK

JAKARTA, (PRLM).-‎ ‎Sejumlah elemen masyarakat meminta Pemerintah membatalkan pemberian subsidi uang muka pembelian mobil pribadi untuk pejabat negara termasuk DPR. Menanggapi hal itu, Anggota DPR Dadang Rusdiana menilai kebijakan Pemerintah bukan hal yang berlebihan.