Diniyah Takmiliyah Isi Kekurangan PAI di Sekolah Umum

PENDIDIKAN

SOREANG, (PRLM).- Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jabar, H. Saeroji mengatakan, pendidikan agama Islam (PAI) di diniyah takmiliyah maupun TPQ akan bisa mengisi kekurangan PAI di sekolah-sekolah umum. Hal itu disebabkan jumlah jam PAI di sekolah-sekolah umum hanya antara dua sampai empat jam per minggunya.

"Di lain pihak tantangan dan pengaruh dari perkembangan teknologi informasi amat besar sehingga anak-anak harus mendapatkan filter dari nilai agama," kata Saeroji dalan peluncuran wajib belajar diniyah takmiliyah di Lapangan Upakarti Soreang, Senin (13/5/2013).

Menurut Saeroji, perkembangan teknologi tak bisa dihindari karena merupakan tren dunia. Orangtua, sekolah, dan masyarakat hanya bisa memberikan filter atau penyaring berupa penguatan nilai agama.

Apabila ingin memasukkan TPQ maupun TPA sebagai lembaga yang sederajat dengan diniyah takmiliyah, kata Saeroji, harus melalui dengan perubahan Perda dan Perbup. "Insya Allah bupati Bandung dan DPRD dapat melakukan perubahan ini untuk mengakomodir TPA dan TPQ," ucapnya.(A-71/A-147)***

Baca Juga

Ricuh PPDB 2015, Ortu Calon Siswa akan Datangi Pemkot dan DPRD

PENDIDIKAN

BANDUNG, (PRLM).- Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2015 mengundang kekecewaan para orang tua calon siswa sejumlah SMPN di Kota Bandung.

Pihak SMAN 1 Cianjur Bantah Ada Jual Beli Dalam PPDB

PENDIDIKAN

CIANJUR, (PRLM).- Pihak Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Cianjur membantah adanya indikasi jual beli dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).