Tiga Wisatawan Terperosok ke Kawah Talaga Bodas

KORBAN yang lukanya cukup parah adalah Akmal (3). Luka melepuh menyebar di sekujur kulit tubuhnya setelah tercebur ke dalam kawah. Para korban mendapatkan perawatan intensif di RS TNI AD Guntur.*
ARIF BUDI/PRLM
KORBAN yang lukanya cukup parah adalah Akmal (3). Luka melepuh menyebar di sekujur kulit tubuhnya setelah tercebur ke dalam kawah. Para korban mendapatkan perawatan intensif di RS TNI AD Guntur.*

GARUT, (PRLM).- Tiga orang wisatawan, satu di antaranya balita berumur 3 tahun, mengalami luka dan berada dalam kondisi kritis setelah terperosok ke dalam kawah Talaga Bodas di Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Minggu (12/5/13). Ketiganya harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit karena menderita luka melepuh di sekujur tubuh.

Salah seorang korban yang lukanya cukup parah adalah Akmal (3). Luka melepuh menyebar di sekujur kulit tubuhnya setelah tercebur ke dalam kawah. Selain Akmal, ayah dan kakeknya yakni Johan Firdaus dan Marju juga berada dalam kondisi serupa.

Berdasarkan informasi, insiden terjadi saat keluarga asal Cirebon itu bertamasya ke Kawah Talaga Bodas. Namun, di tepi tebing kawah, tiba-tiba Akmal terperosok.
"Akmal menjerit kepanasan, keluarga berusa menolong. Ayah dan kakek Akmal langsung turun ke kawah, namun justru malah sama-sama mengalami luka karen air kawah panas," ujar Irham, kerabat korban.

Saat ini para korban masih mendapatkan perawatan intensif di RS TNI AD Guntur. (A-168/A-108)***

Baca Juga

batu, magnet, majalengka, makam, syeh nur kotib

Batu-batu di Makam Syeh Ini Mengacaukan Kompas

MAJALENGKA,(PRLM).- Empat buah batu yang terletak di Pasir Madani, tepatnya di dekat Makam Syeh Nur Kotib, Desa Kulur, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, ternyata dapat mengacaukan arah kompas. Diduga, terdapat kandungan magnet yang cukup kuat dalam empat batu besar itu.

Sebagaian Besar Kota dan Kabupaten tidak Memiliki Perpustakaan

SUKABUMI (PR).- Sebanyak 260 dari 446 Kota dan Kabupaten se-Indonesia, tidak memiliki perpustakaan daerah. Begitupun daerah yang memiliki perpustakaan hanya mengalokasi anggaran sedikit dibandingkan anggaran kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).