Warga Sambut Baik Upaya Peninggian Jalan Rancaekek

SEBUAH  mobil berjalan di sebelah Jln. Raya Rancaekek yang sedang ditinggikan dengan cara dibeton, Minggu (12/5/2013). Peninggian jalan untuk mengatasi banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.*
SARNAPI/PRLM
SEBUAH mobil berjalan di sebelah Jln. Raya Rancaekek yang sedang ditinggikan dengan cara dibeton, Minggu (12/5/2013). Peninggian jalan untuk mengatasi banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.*

SOREANG, (PRLM).- Warga Rancaekek menyambut baik upaya dengan peninggian Jln. Raya Rancaekek-Cicalengka termasuk daerah banjir di depan Kahatex. Namu, warga meminta agar pemerintah juga melakukan normalisasi Sungai Cikijing dan Cimande yang menyebabkan banjir.

"Warga menyambut baik upaya pemerintah yang saat ini sedang meninggikan Jln. Raya Rancaekek dari perempatan pintu tol Cileunyi sampai Kp. Pangsor, Rancaekek, sekitar 5 Km," kata tokoh masyarakat Rancaekek, H. Ceppy Nasahi Ma'soem, di komplek pendidikan Al Ma'soem, Minggu (12/5/2013).

Lebih jauh Ceppy mengatakan, peninggian Jln. Rancaekek dengan cara dibeton sekitar 30 cm sebagai solusi terhadap banjir yang sering melanda Jln. Rancaekek. Diharapkan dengan peninggian jalan sehingga kendaraan bisa melintasi jalan karena tidak ada banjir atau minimal ketinggian banjir berkurang.

Namun, Ceppy menyayangkan tidak ada upaya melakukan normalisasi Sungai Cikijing dan Cimande sebagai penyebab banjir di Jln. Raya Rancaekek khususnya depan Kahatex. "Seharusnya sungai-sungai dikeruk agar air tidak meluap ke jalan-jalan. Kalau hanya meninggikan jalan tanpa normalisasi sungai, maka banjir masih mungkin terjadi," tambanya..(A-71/A-147)***

Baca Juga

Buron 75 Hari, Pembunuh Guru Olahraga Serahkan Diri

BANDUNG, (PR).- Setelah melarikan diri selama sekitar 75 hari, IS (28), salah seorang pelaku pengeroyokan yang menewaskan guru olahraga, Tatang Wiganda akhirnya menyerahkan diri. Selama buron, dia sempat berpindah-pindah ke sejumlah lokasi di Jawa Barat.

Pungli di Sekolah Masih Terjadi

BANDUNG, (PR).- Meski Pemerintah Kota Bandung telah memberhentikan belasan kepala sekolah terkait pungutan liar, praktik pungli di sekolah masih terjadi. Praktik tersebut antara lain dalam bentuk pungutan untuk kegiatan perpisahan, piknik, dan penjualan buku.