Headlines

Polri Bantah Penggerebekan Teroris Sebagai Pengalihan Isu

JAKARTA, (PRLM).- Markas Besar Polri terus mendalami identitas 20 orang terduga teroris yang ditangkap sejak Selasa (7/5/2013) hingga Kamis (9/5/2013) lalu.

Mabes Polri pun sedang menunggu sampel pembanding dari tim disaster victim identification (DVI) milik tujuh terduga teroris kelompok Bandung, Batang dan Kebumen, yang tewas di tangan Detasemen Khusus 88 Anti Teror.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar menjelaskan, perkembangan penanganan kelompok Abu Roban yang tewas sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta.

"Identifikasi mulai dari kemarin malam (Kamis, 9/5) oleh Tim DVI. Ini proses menyambungkan antara fakta yang ada dan keluarga. Memastikan jatidiri, nanti akan kami konfirmasi dati data ante mortem dan post mortem," kata Boy, di Mabes Polri, Jakarta Jumat (10/5/2013).

Boy menambahkan, Densus 88 dan tim DVI juga masih mencari tahu alamat keluarga, untuk mengambil sampel darah, atau catatan lain yang dimiliki keluarga agar bisa dicocokkan. Proses ini diharap bisa dilakukan selama satu minggu," katanya.

Sedangkan untuk 13 terduga pelaku terorisme yang yang sudah ditangkap dalam keadaan hidup, kata dia, sudah dibawa ke Jakarta. Terduga teroris yang ditangkap di tempat terpisah itu sedang diperiksa secara mendalam.

Terkait adanya isu yang mengatakan bahwa operasi penyergapan teroris di beberapa wilayah tersebut dianggap sebagai pengalihan isu, Boy membantahnya. "Penggerebekan teroris jelas bukan pengalihan isu. Itu tugas kami sebagai aparat," katanya.

Bahkan, Boy menganggap, medialah yang menjadi penentu apakah terjadi pengalihan isu atau tidak, bukan pihak kepolisian. "Yang suka bikin isu kan media, kami kan tidak punya media. Jadi tolong jangan dikait-kaitkan," katanya.

Menurut Boy, penangkapan teroris di sejumlah lokasi kemarin, melalui proses penelusuran yang panjang. Sehingga kecil kemungkinannya terjadi pengalihan isu.

"Saya tekankan sekali lagi, penangkapan ini adalah melalui proses yang lama. Dan tidak ada kaitanya dengan isu-isu yang lainya," katanya. (A-194/A-89)***