Headlines

Kaum Muslimin Diimbau Lakukan Shalat Gerhana Matahari Pada Hari Jumat

BANDUNG, (PRLM).- Sejumlah ormas Islam mengimbau agar kaum Muslimin melaksanakan salat gerhana matahari karena pada Jumat (10/5/13) mulai pukul 6.00 WIB akan terjadi gerhana matahari sebagian (GMS).

Pelaksanaan salat gerhana matahari dilanjutkan dengan pengumpulan sedekah untuk diberikan kepada kaum Muslimin yang terkena musibah maupun masyarakat kurang mampu.

Imbauan itu dikemukakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung KH. Mioftah Faridl, Ketua PC Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bandung KH. Maftuh Kholil, Ketua Mathlaul Anwar (MA) Jabar KH. Fadhil Syamsuddin, dan Ketua Dewan Masid Indonesia (DMI) Jabar KH. R. Maulany, Kamis (9/5/13).

Imbauan sama juga dikatakan Ketua Persatuan Umat Islam (PUI) H. Iding Bahrudin, Sekretaris ICMI Jabar H. D. Sodik Mudjahid, Sekretaris Muhammadiyah Kab. Bandung H. Jamjam Erawan, dan Sekretaris Bidang Pendiidan Persatuan Islam (Persis) pusat KH. Komaruddin Saleh.

Menurut Ustaz Miftah, pada Jumat (10/5/13), Beberapa wilayah di Indonesia akan mengalami Gerhana Matahari Cincin (GMC) sementara beberapa wilayah lain hanya akan mengalami GMS.

“Fenomena gerhana matahari bukan sebatas terjadi akibat posisi matahari, bulan dan bumi yang segaris dengan bulan menghalangi cahaya matahari yang masuk ke bumi, namun semua itu atas kehendak Allah SWT,” katanya.

Ustaz Jamjam menambahkan, berdasarkan informasi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) GMC hanya bisa dilihat di Pasifik, sedangkan Indonesia akan mengalami GMS.

“Seluruh Indonesia, kecuali Sumatera Utara, bisa menikmati GMS dengan Indonesia bagian timur punya peluang lebih besar untuk menyaksikan seluruh proses gerhana. Wilayah Jawa tidak bisa melihat gerhana maksimum, hanya bagian akhir gerhana karena pukul 6.30 WIB gerhana sudah berakhir,” katanya.

Sodik Mudjahid mengatakan, dengan kondisi seperti itu, maka salat gerhana lebih baik dilaksanakan pukul 6.00 WIB karena matahari sudah terbit langsung terjadi gerhana.

“Diperkirakan waktu 30 menit sudah cukup untuk melaksanakan salat gerhana ini mulai dari salat dilanjutkan dengan khutbah,” katanya.

Ustaz Komaruddin menyatakan, untuk teknis salat gerhana dengan dua rakaat, namun dalam satu rakaat membaca dua kali Surat Al Fatihah dan surat pilihan.

"Jadi setelah membaca surat pilihan pada rakaat pertama lalu ruku dan berdiri lagi tidak langsung sujud melainkan membaca lagi Surat Al Fatihah dan surat pilihah. Selanjutnya setelah bacaan surat pilihan kedua baru ruku, itidal, lalu sujud. Pada rakaat kedua sama saja," katanya yang menambahkan sesuai dengan hadis yang diriwayatkan Siti Aisyah, maka saat ruku juga diperlama.

Sedangkan Kiai Maftuh Khalil mengimbau agar selepas pelaksanaan salat gerhana jemaah salat mengumpulkan sedekah untuk diberikan kepada masyarakat kurang mampu atau yang terkena bencana.

"Diperkirakan salat dilakukan mulai pukul 6.00 WIB diawali dengan kumandang takbir layaknya takbir Idulfitri," katanya.(A-71/A-89)***

Facebook Comments Box