Indonesia Open Super Series Premier 2013, Turnamen Pertama dengan Teknologi Eye Hawk

JAKARTA, (PRLM).- Indonesia Open Super Series Premier 2013 akan menjadi turnamen pertama yang akan memanfaatkan teknologi "eye hawk" pada bulutangkis. Pemanfaatan teknologi ini dilakukan guna mengukur keakuratan penempatan jatuhnya bola dalam pertandingan.

"Teknologi kamera slow-motion ini akan diujicoba di Piala Sudirman, dan Indonesia Open akan menjadi turnamen pertama yang akan menggunakan teknologi ini. Teknologi ini untuk memudahkan ketepatan posisi jatuhnya shuttlecock nanti, hingga nilai keakuratannya sangat tinggi," tutur Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) seperti yang dilangsir dalam situsnya.

Bagi beberapa cabang teknologi ini sudah terlebih dahulu digunakan, seperti di sepak bola dan tenis. Bulutangkis baru menilai penting penggunaannya setelah banyaknya kasus "inaccuracy" dalam keputusan hakim garis di Olimpiade London lalu. Pasalnya keputusan akurat hakim garus akan bisa menentukan hasil pertandingan.

Ketua Panitia Indonesia Open Super Series Premier 2013, Kusdarto, saat dihubungi wartawan, Senin (7/5/13) mengatakan, pihaknya merasa terhormat jika Indonesia Open akan menjadi turnamen pertama yang akan menerapkan teknologi instan reviews system tersebut.

"Saya kira ini system yang bagus, karena bulutangkis seharusnya sudah sangat membutuhkannya sejak dulu. Teknologi ini bisa sangat membantu meringankan kerja wasit dan hakim garis, serta meminimalisir error," ungkapnya.

Kendati sudah diputuskan akan diterapkan di Indonesia Open nanti, tapi Kusdarto mengaku dirinya belum tahu bagaimana nanti penerapannya di lapangan. Pasalnya menurut dia pihak BWF belum melakukan sosialisasi dengan pihak panpel sama sekali hingga hari ini.(A-161/A-108)***

Baca Juga

Jokowi Dijadwalkan Hadiri Laga Perdana Piala Presiden

JAKARTA, (PR).- Laga perdana Piala Presiden 2017 antara PSS Sleman melawan Persipura Jayapura yang akan menjadi kick off dimulainya turnamen pembuka musim kompetisi baru 2017, pelaksanaannya akan diambil alih oleh panitia pusat.

Tim Davis Indonesia Kalah 1-4 dari Filipina

JAKARTA, (PR).- Indonesia akhirnya harus menjalani babak "relegated" play-off setelah di pertandingan hari terakhir babak pertama Piala Davis Grup II zona Asia/Oceania yang memainkan dua partai single akhirnya kembali menyerah.