Razia Jaring 14 Preman di Balaeendah

BANDUNG RAYA
KEPALA Polsek Baleendah Ajun Komisaris Susianti Rachmi (kiri) menggiring preman yang terjaring razia di Mapolsek Baleendah, Jln. Adipati Agung, Kecamatan Baleendah, Kabupatenn Bandung, Selasa (7/5/2013). Razia preman dilakukan karena keberadaanya meresahk
USEP USMAN NASRULLOH/PRLM
KEPALA Polsek Baleendah Ajun Komisaris Susianti Rachmi (kiri) menggiring preman yang terjaring razia di Mapolsek Baleendah, Jln. Adipati Agung, Kecamatan Baleendah, Kabupatenn Bandung, Selasa (7/5/2013). Razia preman dilakukan karena keberadaanya meresahkan masyarakat.*

SOREANG,(PRLM).- Sebanyak 14 preman yang berada di Kecamatan Baleendah terjaring razia, dan 5 diantaranya merupakan pelaku penganiayaan dan pemerasan terhadap tukang bakso pada Senin malam (6/5/2013), di Kampung Babakan Sadar, RT 04 RW 11, Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah.

Sementara dari 7 pelaku penganiayaan ini dua orang lainnya masih menjadi daftar pencarian orang (DPO) Polsek Baleendah.

Menurut Kapolsek Baleendah, Ajun Komisaris Susianti Rachmi, ke-14 preman sering meresahkan warga dengan melakukan pemerasan, bahkan tak segan melakukan penganiayaan dengan senjata tajam.

"Mereka memeras meminta uang dan bakso secara paksa. Karena tak diberi, mereka langsung memukuli dan mengeroyok pedagang tersebut dengan tangan kosong dan botol, serta melukainya dengan pisau. Setelah melukai korban para pelaku, yang berjumlah tujuh orang melarikan diri," ujarnya.

Akibat kejadian ini kata Susi, korban mengalami luka memar dibagian muka serta kepalanya, bahkan tangannya sobek terkena sabetan senjata tajam. Tidak hanya itu, para pelaku pun melakukan pengrusakan terhadap roda baso milik korban sehingga korban mengalami kerugian sekitar Rp 2 juta lebih.

"Para pelaku melanggar pasal 170 KUH pidana dan diancam hukum maksimal 5 tahun 6 bulan," ujarnya.

Korban yang mengalami luka serius ini kemudian melaporkan diri ke Polsek Baleendah. Aparat kepolisian yang mendapat laporan tersebut segera bergerak cepat dan memburu para pelaku. Dalam waktu singkat, para pelaku bisa dibekuk di tempat mangkal mereka, namun dua diantaranya berhasil melarikan diri yakni Riki alias Black dan Dede Rahmat alias Kerok.

Dari hasil penangkapan tersebut, Kata Susi, dikembangkanlah penyelidikan sehingga pihaknya berhasil menangkap sembilan preman lainnya di wilayah Baleendah. Namun ke-sembilan preman ini, lanjut dia, tidak dikenakan pasal pidana dan hanya akan diberi pembinaan..

Sementara korban, Evan Rahmat mengatakan, para preman tersebut seringkali berulah dan melakukan pemerasan terhadap para pedagang yang mangkal di daerah Kulalet (Andir). Rata-rata mereka meminta uang sekitar Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu setiap minggu. (A-211/A-26)***

Baca Juga

Prajurit Paskhas Ikuti Latihan Praktis

BANDUNG RAYA

SOREANG,(PRLM).- Para prajurit Paskhas yang menjadi siswa diharapkan untuk serius melaksanakan latihan praktis sehingga dapat menyerap dan mempraktikkan semua materi praktis yang disampaikan para pelatih atau instruktur. Hal itu sebagai wujud aplikasi materi di kelas yang selama ini diterima.

Kemarau Khawatir Berdampak pada Ketersediaan Pangan

BANDUNG RAYA

CIMAHI, (PRLM).- Pemkot Cimahi melakukan berbagai upaya dilakukan untuk menyelamatkan lahan pertanian di musim kemarau. Hal itu dilakukan untuk mempertahankan hasil pangan untuk konsumsi masyarakat.

Mapolda Jabar Kemalingan Juga

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Rumah atau toko kemalingan sudah biasa. Tapi kantor Mapolda Jabar di Jalan Soekarno-Hatta No 748 Kota Bandung ternyata kemalingan juga.

Galang Dana Agustusan dengan Jual Makanan

BANDUNG RAYA
Galang Dana Agustusan dengan Jual Makanan