Pemerintah Diminta Memberikan BBM Subsidi untuk Pertanian

BANDUNG, (PRLM).-Anggota Komisi IV DPR Bidang Pertanian, H. Ma'mur Hasanuddin, meminta agar pemerintah memberikan harga khusus Bahan Bakar Minyak (BBM) juga untuk sektor pertanian. Sampai saat ini subsidi BBM baru diwacanakan untuk sektor transportasi umum, sedangkan sektor pertanian tidak tersentuh.

"Penggunaan BBM pada usahatani padi umumnya pada pengolahan tanah dan pengolahan hasil. Pengolahan tanah yaitu pembajakan dan penggaruan umumnya menggunakan traktor tangan (hand traktor)," kata Ma'mur kepada PRLM, Selasa (7/5).

Sebagian petani di Indonesia, kata Ma'mur, juga menggunakan pompa air untuk mengairi sawahnya yang menggunakan BBM. "Di Pulau Jawa pompa air banyak digunakan karena air irigasi tidak mencukupi, sumber air bisa dari air sungai atau air tanah. Kemudian Penggunaan lainnya adalah untuk pasca panen padi menjadi beras seperti RMU (Rice Milling Unit) dan Huller atau penggilingan padi," ucapnya.

Adanya kesulitan solar beberapa waktu belakangan ini, menurut Ma'mur, telah menunjukan BBM mempengaruhi dan sangat dibutuhkan oleh sektor pertanian. "Akibat kelangkaan solar sehingga di beberapa tempat penggilingan padi tidak beroperasi karena kesulitan mendapatkan BBM atau solar bersubsidi,” keluh Ma’mur.

Kenaikan BBM akan menyebabkan kenaikan biaya produksi, karena kenaikan harga barang-barang konsumsi maupun kenaikan sarana produksi pertanian seperti pupuk dan pestisida yang membuat biaya produksi melonjak.

"Selain itu naiknya biaya transportasi produk hasil pertanian yang dipasarkan ke daerah perkotaan menyebabkan biaya distribusi meningkat, yang pada akhirnya akan mengerek harga di pasaran." katanya.(A-71/A-107)***

Baca Juga

Angka Kekurangan Pasokan Rumah Bisa Semakin Tinggi

BANDUNG, (PR).- Indonesia pernah tercatat mengalami backlog (kekurangan pasokan rumah) sebesar 13,6 juta unit. Hal itu dikarenakan tingginya kebutuhan rumah tidak sejalan dengan kemampuan menyediakan kebutuhan primer tersebut.

sapi kurban ciamis.jpg

Mulai Punah, Sapi Pasundan Harus Dikonservasi

BANDUNG, (PR).-Keberadaan sapi pasundan sebagai plasma nutfah atau sapi asli Jawa Barat,  mulai punah. Hal itu terlihat dari  penurunan populasi dalam tiga tahun terakhir sekitar 22%,  sehingga perlu dikonservasi dengan regulasi.