Kasus Suap Hakim Tipikor Setyabudi Tedjocahyono

Empat Kepala Dinas Pemkot Bandung Diperiksa KPK, Hanya Dua yang Hadir

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Setelah memeriksa para hakim di Pengadilan Negeri (PN) Bandung dan Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Barat, giliran para kepala dinas di Pemkot Bandung dimintai keterangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyuapan Hakim Setyabudi Tedjocahyono dalam penanganan perkara Bantuan Sosial (Bansos) Bandung.

Pejabat yang diperiksa itu adalah Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Bandung Yosi Irianto, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bandung Ricky Gustiadi, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Oji Mahroji, dan Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Kadistarcip) Rusjaf Adimenggala.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, tidak semua pejabat tersebut memenuhi panggilan KPK. Yosi dan Rusjaf hadir memenuhi panggilan sebagai saksi sementara dua orang pejabat lainnya tidak hadir.

Usai diperiksa KPK, Yosi mengatakan, ia dimintai keterangan terkait peristiwa tangkap tangan Hakim Setyabudi setelah menerima uang Rp 125 juta dari Asep Triana. KPK juga menangkap Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Herry Nurhayat, dan Ketua Ormas Gasibu Pajajaran Toto Hutagalung.

"Saya ditanya waktu penangkapan tersebut sedang berada di mana," kata Yosi ditemui di KPK, Senin (6/5/13).

Ia mengatakan, Jumat (22/3/2013) lalu saat terjadi tangkap tangan itu ia sedang bertemu dengan Badan Musyawarah Masyarakat Sunda (Bammus) di kawasan Dago. Sekitar pukul 15.00 WIB ia mengetahui kejadian itu dari staf di Pemkot Bandung. Sebelumnya ia melaksanakan shalat Jumat di kediamannya. "Saya kaget juga ada peristiwa (penangkapan) itu," katanya.

Terkait penyuapan itu, ia mengaku tidak tahu-menahu. Termasuk dari mana uang yang diberikan Herry Nurhayat melalui Toto dan Asep kepada Setyabudi. "Saya tidak tahu," ujarnya.

Ia menyadari posisinya sebagai Plt. Sekda Pemkot Bandung membuatnya terseret dalam penyidikan kasus ini. "Saya jadi Plt sejak 11 Maret 2013, lalu tanggal 22 Maret 2013 kejadian seperti itu. Saya memaklumi saja kalau saya harus dipanggil. Tapi tidak apa-apa, saya harusnya ke Kalimantan tapi saya batalkan karena ke sini (KPK), supaya cepat selesai," katanya.

Yosi menyelesaikan pemeriksaan lebih dulu dibandingkan Rusjaf. Satu jam setelah Yosi menyelesaikan pemeriksaan, Rusjaf tampak meninggalkan Gedung KPK. Namun ia tidak memberikan keterangan apapun terkait pemeriksaan yang dijalaninya. "No comment. Sudah cukup ya," ujarnya.

Terkait pemeriksaan itu, Johan mengatakan, mereka yang dipanggil dianggap mengetahui atau mendengar kasus yang sedang disidik KPK. "Mereka dianggap tahu. Tapi detil pemeriksaannya kami tidak diberi tahu (penyidik)," kata Johan kepada wartawan, Senin (6/5).

Menurut informasi yang diterima "PRLM", terdapat 12 kepala dinas atau pejabat yang setara dengan kepala dinas yang dimintai keterangan KPK pekan ini. Mereka adalah pejabat yang diduga mengetahui kasus ini karena dikabarkan turut hadir dalam pertemuan yang diadakan oleh Pemkot Bandung yang dipimpin oleh Walikota Bandung Dada Rosada. Pertemuan tersebut diduga menjadi petunjuk bagi KPK untuk mengembangkan kasus ini. (A-170/A_88)***

Baca Juga

Presiden Jokowi Lantik 13 Duta Besar

NASIONAL

JAKARTA,(PRLM).- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melantik 13 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Negara Sahabat di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/1/2016). Pelantikan digelar sekitar pukul 10.00 dan dihadiri para keluarga duta besar.

Patroli Perbatasan, Cek Patok dan Antisipasi Kriminal

NASIONAL

SCORFO BARU, (PRLM).- Menjaga wilayah NKRI adalah harga mati. Bagi prajurit TNI Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 411/Pandawa Kostrad, medan yang berat tak dirasa demi memastikan wilayah perbatasan RI.

Pelaku Tanya Alamat ke Polisi Sebelum Meledakkan Diri

NASIONAL
JAKARTA, (PRLM).- Pelaku peledakan Pos Polisi Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, sempat menanyakan alamat ke seorang polisi yang sedang berjaga di lokasi.
 

Warga Berdatangan ke Lokasi Bom Sarinah

NASIONAL
KAWASAN Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat sekira pukul 23.30 WIB masih dikerumuni warga Ibu Kota.*
JAKARTA, (PRLM).- Kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat sekira pukul 23.30 WIB masih dikerumuni warga Ibu Kota. Padahal, siang tadi, sekira pukul 11.00 lokasi ini terjadi tragedi bom yang menewaskan tujuh orang.