Program Rp 100 Juta per RW "Asih" Realistis

NGAMPRAH, (PRLM).- Pasangan calon nomor urut empat, Aep Nurdin-Kosasih (Asih) dalam kampanye mengungkapkan, Rp 100 juta per RW merupakan program sangat realistis. Pemberian anggaran itu bertujuan menstimulasi pembangunan setiap RW.

"Tidak realistis dari mana? Untuk melaksanakan program tersebut, pihaknya hanya mengalokasikan sekitar Rp 50 miliar per tahun. Jumlah itu, hanya sekira 0,5 persen dari besaran APBD," ucap calon bupati usungan PKS dan Partai Demokrat, Aep Nurdin.

Ia menjelaskan, ketika masyarakat mengamanatkan Kab. Bandung Barat kepada "Asih", pihaknya akan memberikan Rp 100 juta per RW secara bertahap. Setiap tahun, setiap RW mendapatkan alokasi Rp 20 juta.

Teknis pemanfaatan program bergantung pada keinginan warga RW setempat. Lantaran memiliki anggaran, pembangunan tingkat RW bisa menggeliat.

"Keperluan Instalasi air bersih, perbaikan fasilitas umum, dan keperluan tingkat RW lainnya bisa terakomodasi," tuturnya.

Selain program Rp 100 juta per RW, pihaknya pun akan menggratiskan beras miskin (raskin). Meskipun relatif murah, ternyata masih memberatkan rumah tangga tidak mampu.

Senin (6/5/2013), Asih mendapatkan kesampatan menyapa masyarakat di wilayah II (Batujajar, Cihampelas, Cililin). Aep berkampanye di Cihampelas dan Batujajar. Sedangkan, wakil calon bupati dari pasangan nomor urut dua, Kosasih berkunjung ke wilayah Cililin. (A-206/A_88)***

Baca Juga

Musda Demokrat Jabar Molor

BANDUNG,(PR).- Musyawarah Daerah IV Dewan Pengurus Daerah Partai Demokrat Jawa Barat yang dijadwalkan pukul 09.00 hingga sampai saat ini belum dimulai.

Otonomi Daerah Belum Sinkron dengan Kemudahan Investasi

JAKARTA, (PR).- Ketua DPP Partai Golkar bidang Desentralisasi dan Otonomi Daerah, Aziz Syamsuddin mengakui bahwa masih banyaknya regulasi yang menghambat investasi di daerah membuat pertumbuhan ekonomi terhambat.