Camat dan Kades Tidak Boleh Memihak ke Satu Kandidat

CIBINONG, (PRLM).- Para camat dan kepala desa di wilayah Kab. Bogor agar tidak ikut secara ajtif berpihak kepada salah satu calon dalam pemilihan bupati dan wakil bupati yang dilaksanakan pada 8 September 2013 mendatang. Kewajiban para camat dan kepala desa adalah bagaimana mensukseskan pelaksanaan pemilihan sehingga tingkat partisipasi masyarakat meningkat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bogor Rachmat Yasin dalam rapat forum muspida Kab. Bogor, Senin (6/5/13) di Cibinong, membahas masalah persiapan pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati 8 September mendatang.

Dalam pertemuan tersebut, Rachmat Yasin mengingatkan agar para Muspida dan Muspika maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) agar tidak ikut secara aktif, berpihak kepada salah satu calon. “Camat maupun Kades dan tidak boleh kampanye tetapi kewajiban mensukseskan Pemilukada itu ada dan wajib mensukseskannya,” katanya.

Dalam pemilu Bupati dan Wakil Bupati mendatang, para Muspida dan Muspika termasuk Kepala Desa harus menjadi ujung tombak dalam mensukseskan pemilukada. “Kenapa para Camat dan Danramil dikumpulkan dalam rangka menghadapi sukses pemilukada pada bulan September dan sebagai ujung tombak dalam mensosialisasikan pemilukada kepada masyarakat,” ujar Rachmat Yasin. (A-134/A_88)***

Baca Juga

Kader Taat Hukum, Politik Uang Akan Hilang

JAKARTA, (PR).- Menghilangkan politik uang di partai harus dilakukan melalui penegakan hukum. Namun yang menjadi permasalahan adalah menciptakan keterikatan pada hukum bagi kader partai.

Akbar Tandjung Sarakan Kader Partai Golkar tidak Rangkap Jabatan

JAKARTA, (PR).- Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung mengaku pernah berbicara dengan Wakil Ketua Umum Partai Golkar yang juga Ketua DPR, Ade Komaruddin dan menyarankan untuk tidak maju sebagai ketua umum Partai Golkar dalam Munaslub di Bali, yang akan diselenggarakan tanggal 15

Airlanga tak Mau Ada Skenario Aklamasi

NUSA DUA, (PR).- Bakal Calon Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto menilai, tidak ada kemenangan secara aklamasi dalam Musyawarah Partai Golkar 2016. Hal itu dia katakan dengan merujuk kepada AD/ART Partai Golkar.

Setya Novanto Ketua Umum Golkar Baru

NUSA DUA, (PR).- Setya Novanto terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar periode 2014-2019 setelah mengantongi 277 suara dari total 554 suara dalam pemilihan, Selasa, 17 Mei 2019.