Pembuatan Paspor untuk Calon Haji Mulai Pertengahan Mei

BANDUNG, (PRLM).- Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jabar dan Kantor Imigrasi akan melakukan proses pengerjaan paspor jemaah calon haji (calhaj) mulai pertengahan Mei mendatang. Untuk itu, calhaj yang kemungkinan besar masuk kuota haji tahun 1434 H/2013 harus menyiapkan persyaratannya untuk pembuatan paspor hijau tersebut.

“Sesuai dengan surat edaran Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag pusat tertanggal 2 Mei 2013, maka proses pembuatan paspor hijau untuk calhaj sudah bisa dilaksanakan sejak hari ini (Senin),” kata Kepala Kanwil Kemenag Jabar H. Saeroji didampingi Kasi Pendaftaran dan Dokumen Haji Kanwil Kemenag Jabar, H. Afifi Basri, SH, di ruang kerjanya, Senin (6/5/13).

Paspor hijau yang akan dipergunakan jemaah haji masih tetap seperti tahun-tahun sebelumnya yakni berjumlah 48 halaman. “Penerbitan paspor hijau untuk jemaah haji harus dikoordinasikan antara Kanwil Kemenag Jabar, Kemenag kabupaten/kota, dan Kantor Imigrasi. Meskipun pembuatan paspor haji sudah bisa dimulai sejak Senin (6/5), namun kami harus melaksanakan rapat koordinas terlebih dulu dengan Kantor Imigrasi dan Kemenag kabupaten/kota sehingga kemungkinan besar pembuatan paspor baru bisa dimulai pertengahan Mei mendatang,” ucapnya.

Sedangkan biaya pembuatan paspor haji, kata Saeroji, dibebankan dari dana optimalisasi setoran awal Biaya Perjalanan Ibadah Hai (BPIH) yang telah dibayarkan calhaj.

“Sedangkan untuk haji khusus atau haji plus biaya pembuatan paspor untuk jemaah haji maupun petugas haji khusus dibebankan kepada yang bersangkutan sehingga tidak menjadi tanggungan Kemenag,” ujarnya. (A-71/A_88)***

Baca Juga

Warga Bertahan di Lokasi Penggusuran

BANDUNG, (PR).- Puluhan warga yang mendiami Jalan Stasiun Barat semalam menginap di lokasi penggusuran. Mereka bertahan di lokasi sambil menunggu negosiasi dengan PT KAI.

Lukisan Terbalik Lima Pelukis Cimahi Pecahkan Rekor ORI

CIMAHI, (PR).- Kolaborasi 5 orang seniman melukis terbalik dalam satu kanvas diganjar penghargaan rekor dari Original Rekor Indonesia (ORI). Penghargaan diberikan karena lukisan dirampungkan dalam waktu 5 menit 20 detik, lebih cepat dari batas waktu 15 menit yang ditentukan.