Anggota DPRD Kab. Subang dari PKS Terseret Korupsi Dana PUAP 2011

BANDUNG, (PRLM).- Anggota DPRD Kab. Subang dari Fraksi PKS, Usep Ukaryana menjadi aktor utama pemotongan dana Program Usaha Agrobisnis Pertanian (PUAP) tahun 2011 untuk Kab. Subang. Dari total pemotongan Rp 941 juta, Usep menerima dana Rp 550 juta.

Hal itu terungkap dalam sidang dakwaan terhadap terdakwa Theo Iskandar Syah, Senin (6/5/2013) petang, di Ruang II Pengadilan Tipikor Bandung, Jln. LLRE Martadinata, Kota Bandung. Theo adalah terdakwa kasus korupsi PUAP tahun 2011 Kab. Subang senilai Rp 931 juta.

Dalam kasus itu, baru Theo yang menjalani sidang. Sementara Usep yang menerima dana paling besar, hingga kini masih bebas berkeliaran dan beraktifitas sebagai anggota dewan. Usep juga tercatat sebagai Ketua Perhimpunan Petani dan Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI) Kab. Subang.

Jaksa penuntut umum Feby Dwiyandospendy, membeberkan, Theo dan Usep berkolaborasi untuk mengajukan dana PUAP ke Kementerian Pertanian. Karena tidak punya kelompok tani, Theo dan Usep yang merupakan merekrut petani dan kelompok tani.

"Usep mengerahkan kader-kader PKS di kecamatan hingga desa-desa untuk mencari petani dan kelompok tani. Mereka nanti dimasukkan dalam gapoktan (gabungan kelompok tani) untuk kemudian diajukan sebagai penerima PUAP 2011," katanya.

Dari perekrutatn itu, Usep dan Theo berhasil membuat 56 gapoktan untuk diusulkan sebagai penerima PUAP. Satu gapoktan mendapat kucuran dana Rp 100 juta.

Setelah melalui seleksi, 45 gapoktan usulan Usep dan Theo berhak menerima dana PUAP. Sebelum pencairan, Usep mengumpulkan para ketua gapoktan di rumahnya. Dalam acara itu hadir juga sejumlah Ketua dan mantan Ketua DPC PKS Kab. Subang.

"Kepada para ketua gapoktan, Usep meminta potongan 20 persen jika dana cair. Selain itu, ada potongan Rp 1 juta sebagai jasa pembuatan berkas-berkas," ujarnya.

Ketika dana cair, pemotongan dilakukan oleh Theo dan rekannya Dedi. Namun sebagian besar dilakukan Theo yaitu 880 juta lebih. Besar pemotongan bervariasi antara Rp 20 juta hingga Rp 35 juta. Total yang yang terkumpul mencapai Rp 931 juta.

"Dari dana itu, sebanyak Rp 550 juta diberikan kepada Usep Ukaryana. Sebanyak Rp 203 juta ditransfer Theo langsung ke rekening BCA Usep. Sisanya diberikan secara tunai," ucap Feby.

Atas hal itu, jpu mendakwa Theo dengan pasal 2 (dakwaan primer) dan pasal 3 (dakwaan subsider) UU No. 31/1999 sebagaimana diubah dalam UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan eksepsi dari penasehat hukum terdakwa.

Usai sidang, Feby menuturkan, untuk Usep memang belum masuk persidangan. "Soalnya penyidikan terhadap Usep baru Maret kemarin setelah bukti-bukti cukup dan memeriksa 75 saksi. Dia sudah berstatus tersangka. Berkasnya kami limpahkan akhir Mei sehingga Juni kemungkinan dia sudah masuk sidang," katanya. (A-128/A-88)***

Komentari di Facebook !