25 Lapak PKL di Karawang Dibongkar Satpol PP

JAWA BARAT
SEJUMLAH  petugas Satpol PP Karawang membongkar paksa lapak-lapak yang berada di tepi saluran irigasi KW5, Kelurahan Karawang Timur, Minggu (5/5).*
DODO RIHANTO/PRLM
SEJUMLAH petugas Satpol PP Karawang membongkar paksa lapak-lapak yang berada di tepi saluran irigasi KW5, Kelurahan Karawang Timur, Minggu (5/5).*

KARAWANG, (PRLM).- Sebanyak 25 lapak pedagang kaki lima (PKL) yang dibangun secera permanan di tepi irigasi KW-5, Kel. Karawang Wetan, akhirnya digusur Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat, Minggu pagi (5/5/13). Sebagian pedagang lainnya dengan sadar membongkar sendiri bangunan yang dianggap mengganggu ketertiban, keindahan, dan kebersihan (K3) tersebut.

"Sebelumnya kami telah melayangkan surat teguran kepada para pedagang agar lapak mereka tidak dibuat permanen. Namun mereka tetap membandal, sehingga kami harus membongkar secara paksa," ujar Kepala Bidang (Kabid) Ketentraman, Ketertiban Umum (Trantibum) dan Perlindungan Masyrakat (Linmas) Satpol PP, Deni S. Harlan.

Dikatakan, surat teguran sudah disebar kepada para pedagang, dua pekan silam. Pihak Satpol PP awalnya berharap mereka membongkar sendiri lapaknya.

Tetapi harapan tersebut sia-sia. Hingga batas waktu yang diberikan, pedagang tetap tak menggubris teguran Satpol PP. Mereka tetap berjualan dengan menggunakan lapak permanen.

Dari pantauan PRLM, pembongkaran dimulai pukul 09.30 WIB. Sejumlah lapak yang dibangun dengan bambu, kayu, serta rotan itu dirobohkan secara paksa.

Melihat aksi petugas Satpol PP tersebut, sejumlah PKL bergegas membongkar sendiri lapak-lapaknya yang masih berdiri. Harapan mereka, material bangunan yang dibongkar sendiri tidak diangkut ke Markas Komando Satpol PP di Jalan A. Yani, Karawang.

Harapan mereka benar. Petugas hanya membawa material yang berhasil dibongkarnya. Sedangkan material yang dikuasai pedagang tidak ikut diangkut.

"Pemerintah Kabupaten tidak melarang mereka berjualan di area ini. Hanya saja lapak yang ditempati jangan dibuat secara permanen. Artinya, usai berdagang lapaknya harus dibereskan," kata Deni.

Dikatakan, awalnya lokasi PKL di sepanjang tepi saluran irigasi tersebut hanya untuk berjualan makanan lesehan. Namun kemudian berkembang menjadi lapak boneka dan buah-buahan.

"Jika sudah permanen, biasanya mereka mendirikan juga tempat tidur dan MCK. Lama-lama ya dibangun menggunakan tembok," kata Deni.

Oleh karena itu, lanjut Deni, sebelum terlanjur menjadi bangunan beton, pihaknya terpaksa menertibkan lapak-lapak PKL itu."Silakan mereka berjualan, asal tetap menjaga K3 lingkungan sekitar," papar Deni. (A-106/A-108)***

Baca Juga

Dompet Dhuafa Luncurkan Anjungan Tes Medik

JAWA BARAT

DEPOK, (PRLM).- Lembaga zakat Dompet Dhuafa meluncurkan invoasi dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat, utamanya kaum dhuafa dengan meluncurkan Anjungan Tes Medik (ATM).

Korban Trafficking di Jabar Turun

JAWA BARAT

GARUT, (PRLM).- Jumlah korban trafficking asal Provinsi Jawa Barat yang dipulangkan pada pertengahan tahun 2015 ini sebanyak lima orang. Data ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, bahkan dari tahun ke tahun jumlah korban trafficking ini semakin turun.

Budi Bertekad Bersihkan Tasikmalaya dari Miras

JAWA BARAT

TASIKMALAYA, (PRLM).- Maraknya peredaran minuman keras (miras) di Kota Tasikmalaya sudah masuk kategori "Darurat Miras". Untuk menekan agar tidak terus meningkat, Pemerintah Kota Tasikmalaya segera mensahkan Perda Pengendalian Minuman Keras.

Peternak Sapi dan Kambing Mulai Sulit Cari Rumput

JAWA BARAT
SONI (43) warga Desa Kadugeda, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan menyabit rumput untuk pakan ternak domba peliharaannya di sekitar Taman Makam Pahlawan Haurduni Kuningan yang berjarak sekitar 6 Kilometer dari desanya itu, beberapa hari yang lalu.

KUNINGAN, (PRLM).- Masyarakat pemelihara sapi, kambing, dan domba di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Kuningan, kini mulai kesulitan mendapatkan rumput hijau untuk pakan ternak tersebut.