Bakal Calon Bupati Cirebon dari PKS "Cari Pacar"

POLITIK

SUMBER, (PRLM).-Langkah awal setelah lolos dalam penjaringan calon bupati (cabup) Cirebon periode 2013-2018 dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Elang Kusnandar berniat mencari pasangan yang cocok dan memungkinkan untuk berkoalisi.

"Langkah pertama tentunya saya cari 'pacar' yang 'seksi'," kata Elang Kusnandar usai deklarasi dirinya sebagai cabup di Hotel Aston, Minggu (5/5).

Menurut dia, yang namanya pasangan, tentunya harus ada proses terlebih dahulu seperti layaknya pacaran sehingga bisa diketahui bagaimana polupalaritas dan elektabilitasnya agar daya dukungnya lebih kuat yang tentu dibuktikan dengan hasil survei.

Ditanya kepercayaan PKS meloloskan dia, putra Cirebon yang pernah menjadi PNS Dirjen Pajak dan mantan anggota DPR Provinsi Maluku Utara tersebut menyatakan, amanat ini sebetulnya cukup berat. Karena, merupakan awal proses dari pentahapan pilbup.

"Saya berharap bantuan, partisipasi serta dukungan baik dari internal partai, masyarakat maupun elemen lainnya agar mampu menyelesaikan berbagai tahapan dan bisa lolos menjadi bupati," katanya.

Diperoleh keterangan, di internal PKS pada saat penjaringan awalnya muncul lima nama, masing-masing Nasirudin (Ketua DPD PKS Kab. Cirebon), Nur A'in Ahyas, Aidin Tamin, H. Elang Kusnandar dan Junaedi.

Selanjutnya, menjadi tiga orang, salah satunya dari DPW Ahmad Yasin, H. Elang Kusnandar dan Nasirudin. Dari hasil survei dan penilaian beberapa hal akhirnya DPW meloloskan satu nama yang disetujui DPP PKS yakni Elang Kusnandar.

Sementara itu, baik Nasirudin maupun Aidin Tamin atas lolosnya Elang Kusnandar tadi mengaku legowo dan siap mendukungnya secara penuh.

"Dari awal kami sudah sepakat bahwa, siapapun yang mendapatkan rekomendasi dari DPW PKS, kami akan siap mendukungnya," kata Aidin Tamin. (A-92/A-89)***

Baca Juga

Waspadai 3 Politik Uang dalam Pilkada

POLITIK

JAKARTA, (PRLM).- Pemilihan kepala daerah serentak 2015 perlu diwaspadai dari 3 politik uang. Ketiganya yaitu dari dana hibah dan bantuan sosial, dana bandar, dan dana aspirasi Dewan Perwakilan Rakyat yang biasanya disebut dana gentong babi.

Naser Bantah Ada MoU Posisi Cawabup Untuk Demokrat

POLITIK

SOREANG,(PRLM).- Bupati Bandung sekaligus calon bupati dari perseorangan, Dadang M. Naser, membantah adanya nota kesepahaman (MoU) dengan Partai Demokrat, yakni posisi calon wabup untuk kader Partai Demokrat.

Anggaran Panwaslu Depok tak Kunjung Cair

POLITIK

DEPOK, (PRLM).- Anggaran untuk operasional Panitia Pengawas Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok 2015 belum juga cair. Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sebagai dana Panwaslu sebesar Rp 3 miliar belum juga ditandatangani Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail.

Sofyan Yahya Pilih Maju dari Partai Politik

POLITIK

SOREANG, (PRLM).- Mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Jabar, KH. Sofyan Yahya, akhirnya tidak jadi mendaftarkan diri sebagai calon bupati dari jalur perseorangan. Sofyan Yahya lebih memilih untuk mendaftarkan diri dari partai politik.