Pelaku Penyekapan Buruh Harus Dihukum Berat

JAKARTA, (PRLM).- Menteri Tenaga kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar menilai penyekapan para buruh yang terjadi di Tangerang, bukan saja pelanggaran aturan ketenagakerjaan yang berat, melainkan sudah termasuk dalam pelanggaran hak-hak hak-hak asasi manusia.

Sejak pagi hari, Muhaimin langsung mengintruksikan petugas pengawas ketenagakerjaan Kemnakertrans dan Kab. Tangerang dan Kemnakertrans untuk berkoordinasi dan bergabung dengan Polres Tangerang untuk identifikasi tindak pidana bidang ketenagakerjaan.

"Ini merupakan kasus pelanggaran aturan ketenagakerjaan yang sungguh berat. Saya minta agar para pelakunya dituntut secara pidana dengan tuntutan hukum yang berat," kata Menakertrans Muhaimin Iskandar di Jakarta, Sabtu (4/5/2013).

Muhaimin mengatakan, saat ini penyidik pegawai pengawas ketenagakerjaan( PPNS) tengah melakukan penyidikan (BAP) atas tindak pidana ketenagakerjaan akan yang dilakukan secara terpisah dengan BAP Polisi.

"Kita terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan pihak terkait lainnya dalam menangani kasus ini. Namun kita fokuskan dalam penuntutan secara pidana terhadap pelanggaran aturan ketenagakerjaan," kata Muhaimin.

Jadi selain dituntut secara pidana umum oleh pihak kepolisian, kata Muhaimin, para pelaku pun dituntut secara berlapis dan tuntutan hukuman bertambah berat karena dituntut secara pidana atas pelanggaran hukum ketenagakerjaan.

Selain penanganan hukum pelaku penyekapan, pemerintah dan semua pihak terkait telah bekerja sama dan berkoordinasi secara efektif untuk menangani para buruh korban penyekapan tersebut.

"Hal penting lainnya ada langkah-langkah penangangan para buruh, tentunya mereka harus mendapat bantuan dan pertolongan darurat agar segera pulih kesehatannya baik secara fisik maupun mental," kata Muhaimin.

Apabila proses hukum telah selesai dijalani, Muhaimin akan menawarkan para buruh tersebut, apakah mau kembali ke kampung halaman atau kembali mencari kerja di tempat yang layak.

"Kita akan fasilitasi para buruh tersebut agar mendapat pekerjaan lain yang lebih layak. Atau mereka bisa kembali ke kampung halaman ataupun bisa ikut program transmigrasi," kata Muhaimin.

Seperti diberitakan, JK (40), pengusaha industri rumahan pengolahan limbah alumunium untuk dibuat kuali, diduga menyiksa dan menyekap 34 karyawan di pabriknya di Kampung Bayur Opak RT 03/06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang.

Sejumlah karyawan yang kabur dari sekapan melaporkan majikannya tersebut ke Polresta Tangerang. Sejak berdiri 1,5 tahun lalu, puluhan karyawan diperlakukan tidak manusiawi dan mempekerjakan anak-anak sebagai buruhnya. (A-78/A-88)***

Baca Juga

Lewat Jembatan Cisomang, Maksimal Beban Kendaraan 15 Ton

PURWAKARTA, (PR).- Jalan tol Purbaleunyi di KM 100 Jembatan Cisomang Kabupaten Purwakarta mulai bisa dilewati bus dan truk kecil mulai Kamis ini, 23 Februari 2017. Namun, kapasitas beban kendaraan yang bisa melalui jalan tol itu dibatasi sekitar 15 ton.

Raja Saudi Akan Kunjung Indonesia Awal Maret

JAKARTA, (PR).- Raja Saudi bersama 1.500 rombongan dijadwalkan akan berkunjung ke tanah air pada awal Maret nanti. Kunjungan Raja Salman dengan membawa rombongan dalam jumlah besar ini sangat positif dan perlu dioptimalkan untuk menguatkan hubungan bilateral kedua negara.

Tahun Ini, DIY Bebas Buta Aksara

YOGYAKARTA, (PR).- Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan 95 persen penduduk di daerah itu akan bebas buta aksara akhir 2017.

Raja Salman, Sang Penjaga Dua Kota Suci yang Peduli kemanusiaan

Sekitar 81 tahun lalu, dunia telah kehadiran seorang pemimpin besar dunia bernama Salman bin Abdulaziz al-Saud. Ia lahir dari Rahim seorang keturunan bangsawan Al Sudairi, Hassa binti Ahmad al-Sudairi, pada 31 Desember 1935 di Riyadh.