Komisi X Tak Pernah Menahan Anggaran UN

JAKARTA, (PRLM).- Anggota Komisi X Zulfadhli merasa geram dengan isu yang beredar bahwa kekacauan Ujian Nasional SMA dan sederajat tahun 2013, disebabkan karena DPR telah menahan anggaran. "Selama ini ada kesan di publik bahwa Komisi X yang menahan anggaran. Tapi yang sebenarnya terjadi, kami tidak pernah menunda anggaran untuk program Kemendikbud selaku mitra kerja," tandas Zulfadhli ketika rapat kerja dengan Kemendikbud ,Jumat lalu.

Politisi Golkar ini menyatakan bahkan Komisi X menyetujui usulan tambahan anggaran UN sebesar Rp 100 miliar pada raker dan RDP dengan Mendikbud Desember 2011 lalu, dengan pertimbangan jumlah peserta serta varian soal yang bertambah. "Di sini, yang menghambat adalah dari pemerintah sendiri, yaitu Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Padahal DPR sudah memutuskan pada Januari 2013. Tapi Menkeu masih ngotot melakukan blokir," imbuh Zulfadhli.

Yang lebih membuat kesal Zulfadhli lagi, Menkeu tetap tak mau membuka blokir bagi Kemendikbud, meski sudah membawa rekomendasi dari Komisi X untuk memprioritaskan anggaran pelaksanaan Ujian Nasional 2013. "Hal ini juga perlu diinvestigasi oleh Pemerintah kenapa sampai Menkeu bertindak seperti itu," tegasnya. (A-109/A-108)***

Baca Juga

DPD RI Desak Pemerintah Evaluasi UU Otsus Papua

JAKARTA,(PR).- Ketua Komite I DPD RI Akhmad Muqowam mendorong pemerintah untuk segera mengevaluasi terhadap UU Otsus Papua dan Papua Barat, yaitu UU Nomor 21 tahun 2001 secara menyeluruh dan komprehensif untuk menguatkan integrasi Papua dan Papua Barat ke dalam NKRI, dan memajukan kesejahteraan m

Tommy Tidak Siap Jadi Calon Ketua Umum Partai Golkar

NUSA DUA, (PR).- Hutomo Mandala Putra merasa tidak siap untuk maju memperebutkan posisi Calon Ketua Umum Partai Golkar. Oleh sebab itu, dia menyatakan tidak maju bersaing dan lebih memilih bakal calon yang telah mendeklarasikan diri.

Komite Etik Terima 205 Aduan Pelanggaran Selama Munaslub

NUSA DUA, (PR).- Selama penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar, Komite Etik telah menerima 205 aduan. Semua aduan yang masuk ada yang diterima melalui laporan lisan, SMS, maupun surat tertulis.