Lebih Sempit dari Jalan, Jembatan Jatiserang Rawan Kecelakaan

JAWA BARAT
JEMBATAN kecil yang menghubungkan Desa Jatipamor-Kelurahan Munjul di ruas jalan utama Cikijing-Majalengka rawan kecelakaan akibat lebar jembatan tidak simetris dengan lebar badan jalan. Akibatnya, kecelakaan kerap terjadi di malam hari terlebih bila hujan
TATI PURNAWATI/KC
JEMBATAN kecil yang menghubungkan Desa Jatipamor-Kelurahan Munjul di ruas jalan utama Cikijing-Majalengka rawan kecelakaan akibat lebar jembatan tidak simetris dengan lebar badan jalan. Akibatnya, kecelakaan kerap terjadi di malam hari terlebih bila hujan turun. Untuk meminimalisai kecelakaan, warga yang peduli memasang ban pada bagian yang menyembul ke jalan.*

MAJALENGKA, (PRLM).- Jembatan Jatiserang yang berada di ruas jalan utama Kadipaten-Cikijing tepatnya di ruas jalan Abdul Halim, Majalengka rawan kecelakaan, pasalnya lebar jembatan lebih sempit sekitar 4 meter dibandingkan dengan lebar badan jalan.

Menurut keterangan sejumlah warga, kecelakaan lalulintas nyaris sering kali terjadi terutama malam hari disertai hujan. Pengguna kendaraan tidak begitu jelas melihat kondisi jembatan yang trotoarnya menjorok ke badan jalan kurang lebih sekitar satu meteran. Belum lagi kondisi badan jembatan hampir sewarna dengan badan jalan.

Lebih parahnya di titik tersebut kurang penerangan sehingga pengguna jalan terutama yang melintas dimalam hari atau saat hujan harus sangat ekstra hati-hati, bila tidak dikhawatirkan akan mengalami kecelakaan.

Untuk menghindari semakin banyaknya kecelakaan lalulintas, masyarakat berupaya menutup ujung trotoar yang menjorok ke badan jalan dengan dua buah ban. Paling tidak menurut beberapa warga bila pengguna jalan menabrak ban kecelakaan tidak terlalu parah bila dibanding langsung menghantam trotoar atau ujung jembatan.

“Kita berharap kecelakaan tidak terjadi. Namun melihat kondisi demikian itu sangat rawan terjadinya kecelakaan. Harusnya kondisi jembatan itu simetris dengan lebar jalan ini malah aneh, jembatan lebih sempit dibanding badan jalan belum lagi di bagian depan jembatan menggunakan trotoar yang hanya beberapa meter saja, wajar bila pengemudi dari arah kadipaten melaju kencang karena tahunya jalan lebar, tidak tahu ada benjolan di jembatan, akibatnya kendaraan terjungkal membentur trotoarnya,” ungkap Dadang warga Desa Jatipamor. (C-28/A-88)***

Baca Juga

Bupati Akan Merelokasi Warga Tegalpanjang

JAWA BARAT

SUKABUMI, (PRLM).- Bupati Sukabumi Sukmawijaya, Minggu (29/3/2015), akan segera merelokasi permukiman warga musibah bencana tanah longsor di Kampung Cimerak Rt 27 RW 04 Desa Tegalpanjang Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi.

Polres Cianjur Tetapkan Pelatih Pramuka Sebagai Tersangka

JAWA BARAT

CIANJUR,(PRLM).-Setelah melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap sedikitnya 12 orang saksi atas tenggelamnya seorang pelajar di kolam Solemat Bumi Perkemahan Mandala Kitri Cibodas, Sabtu (28/3/2015), akhirnya Polres Cianjur menetapkan S yang juga sebagai pelatih Pramuka sebagai tersangka.

Protes Grosir Matikan Usaha Eceran

Merasa Diabaikan Pemkab Majalengka, Pedagang Pasar Datangi DPRD

JAWA BARAT
TATI PURNAWATI/KC

MAJALENGKA, (PRLM).- Ratusan pedagang pakaian yang berjualan di sejumlah pasar di Kabupaten Majalengka melakukan aksi demo ke gedung DPRD Majalengka, Rabu (1/4/2015).

Akses Jalan Menuju Lokasi Rencana Pelabuhan Rusak

JAWA BARAT