Pemerintah Akan Berikan Kartu Tunggal Untuk Masyarakat Miskin Penerima Kompensasi

JAKARTA, (PRLM).-Untuk mengantisipasi terjadinya penyelewengan penyaluran kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, pemerintah akan memberikan kartu tunggal untuk masyarakat miskin penerima kompensasi.

Hingga saat ini, pemerintah sudah memiliki data lengkap sekitar 15,5 juta rumah tangga sasaran. Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan itu di kantornya, Jln. Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2013).

Kartu tunggal tersebut kemudian bisa digunakan oleh masyarakat penerima tersebut untuk memperoleh berbagai jenis bantuan pemerintah, seperti beras untuk rakyat miskin (raskin), beasiswa untuk rakyat miskin (BSM),

Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). "Nanti satu kartu untuk BLSM dan raskin misalnya," kata Hatta.

Pembuatan kartu tersebut akan berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) yang disiapkan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

BDT untuk Program Perlindungan Sosial adalah sistem data elektronik yang memuat informasi sosial, ekonomi, dan demografi dari sekitar 24,5 juta rumah tangga atau 96 juta individu dengan status kesejahteraan terendah di Indonesia.

Sumber utama Basis Data Terpadu adalah hasil kegiatan Pendataan Program Perlindungan Sosial yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Juli - Desember 2011 (PPLS 2011).

Dengan menggunakan data dari BDT, jumlah dan sasaran penerima manfaat program dapat dianalisis sejak awal perencanaan program.

Hal ini akan membantu mengurangi kesalahan dalam penetapan sasaran program perlindungan sosial.

Terkait anggaran, pemerintah dalam waktu dekat akan segera mengajukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013 kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Hatta yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Menteri Keuangan (Menkeu) mengatakan, pemerintah akan mengajukan APBN-P pada pekan kedua bulan Mei ini dan berharap bisa rampung dalam tiga minggu kedepan jika berlangsung lancar.

Pemerintah juga akan memperkuat belanja sosial yang selama ini telah diberikan dalam bentuk PKH, BSM, raskin, dan BLSM.

Penambahan anggaran belanja kompensasi tersebut dijamin tidak akan mengganggu defisit anggaran hingga melebihi batas yang diperkenankan dalam undang-undang, yaitu sebesar tiga persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). “Penting bagi kita menjaga defisit berada di bawah tiga persen,” katanya

Asumsi makro yang akan diajukan pemerintah dalam APBN-P 2013 adalah untuk pertumbuhan ekonomi range-nya sebesar 6,2-6,6 persen dengan titik tengah sebesar 6,5 persen, inflasi dengan range 4,9-5,3 persen dan titik tengah sebesar 5 persen, nilai tukar rupiah range-nya 9.300-9.700 per dollar AS dengan titik tengah 9.700 per dollar AS, suku bunga SPN 3 bulan range nya 3,2-5 persen dengan titik tengah 5 persen, ICP range-nya 100-110 dollar AS per barel dengan titik tengahnya 110 dollar AS per barrel, lifting minyak 840-900 ribu barrel per hari dengan titik tengah 840 ribu barrel per hari, dan lifting gas 1.240-1.360 ribu barrel per hari dengan titik tengah 1.240 ribu barrel per hari. (A-156/A-89)***

Baca Juga

PERMOHONAN dispensasi pernikahan yang diajukan kepada Pengadilan Agama (PA) Kab. Sleman banyak dilakukan siswa SMP.*

Jumlah Pernikahan Dini Gunungkidul Tertinggi di DIY

YOGYAKARTA, (PR).- Kasus pernikahan dini di Kabupaten Gunungkidul terus menurun setiap tahun, meskipun demikian jumlahnya masih tergolong tinggi. Pemerintah pun terus melakukan upaya untuk menekan tingginya angka pernikahan di usia muda.

Ibadah Nyepi, Pulau Bali Hening Tanpa Polusi

DENPASAR, (PR).- Provinsi Bali tampak hening dan tanpa polusi pada Selasa, 28 Maret 2017. Hal ini menyusul umat hindu melaksanakan ibadah Tapa Brata Penyepian menyambut Tahun Baru Saka 1939.

Mentan Janji Bantu Culvator untuk Petani Pisang

SOLO, (PR).- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberi perhatian khusus terhadap budidaya pisang di kawasan lereng Gunung Lawu sisi barat, di Kec. Jenawi, Kab. Karanganyar.