Headlines

Seorang Anggota PP Dianiaya Ratusan Anggota BBC

SOREANG, (PRLM).- Salah seorang anggota Ormas dari Pemuda Pancasila (PP) Deni Prasetya (39) dianiaya tanpa sebab oleh ratusan anggota BBC di Baleendah, sekitar pukul 13:30 WIB, akibat kejadian tersebut korban alami luka-luka di bagian kepalanya akibat sabetan clurit.

Tak hanya itu saja rumah korban juga mengalami kerusakan berat karena dilempari batu, bahkan kendaraan korban berjenis Mitsubishi Pajero dan 2 buah sepeda motor pun rusak berat oleh massa tersebut.

Menurut keterangan korban, kejadian bermula ditundanya sidang penganiayaan salah seorang anggota Ormas BBC oleh anggota PP di Pengadilan Negeri Bale Bandung (PNBB), Rabu (1/5/13) siang.

Mengetahui sidang ditunda, ratusan anggota ormas BBC melakukan sweeping untuk mencari anggota ormas PP, yang akhirnya menemukan rumah korban di kawasan Baleendah. .

"Kebetulan rumah saya berada di wilayah Baleendah. Mereka datang dengan bergerombol dan langsung menemui saya, sebelumnya saya tidak datang ke pengadilan, padahal biasanya kalau sidang kasus tersebut saya suka mendampingi, tapi karena tahu sidang diundur, saya tidak ke sana," katanya saat diwawancarai di Mapolsek Baleendah pada Rabu (1/5/13).

Lalu, kata Deni, dua orang dari gerombolan ini langsung menemuinya untuk mengajak bersalaman. Namun tiba-tiba salah seorang di antaranya langsung menyabetkan clurit ke arah mukanya. Akibatnya, korban mengalami luka sabetan di bagian pelipis mata dan pipi, sehingga mendapat 10 jahitan. Sementara ratusan anggota lainnya, tanpa dikomando langsung melempari rumah korban dengan batu sehingga mengalami rusak berat.

"Kejadian begitu singkat kurang dari lima menit. Rumah saya hancur termasuk kendaraan dan dua sepeda motor. Saya pun mengalami luka bacokan di bagian muka," katanya.

Korban menambahkan, massa ormas BBC semakin beringas melempari rumahnya dengan batu dan mencoba masuk ke rumah, namun dihadang korban. Mendapat hadangan korban, massa ormas BBC kemudian balik kanan setelah puas merusak dan melukai korban. "Saya berani menghadang mereka, karena di rumah ada isteri dan anak saya serta empat orang tamu. Saya ingin melindungi mereka," katanya.

Untuk menindak kasus lebih lanjut, korban melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian sektor Baleendah. Agar kejadian tidak berlanjut, pihak kepolisian melakukan mediasi antara pimpinan kedua ormas tersebut bersama korban dan Kapolres Bandung Ajun Komisaris Besar Kemas Ahmad Yamin dan Kapolsek Baleendah AKP Susianti Rachmi.

Sementara selama proses mediasi, ratusan anggota ormas PP hingga Malam pukul 21:00, bergerombol di depan Mapolsek Baleendah. Mereka mengungkapkan rasa kekesalan terhadap anggota ormas.

Menurut Ketua Majelis Pimpinan Cabang. (MPC) PP Kabupaten Bandung Bandung, H. Dadang Supriatna Akbar, kejadian ini diserahkan kepada kepolisian untuk masalah hukumnya. Bahkan kata dia, pihak Polres pun berjanji akan menangkap pelaku penganiayaan dan pengrusakan tersebut
.
"Saya minta seluruh anggota PP di Kab. Bandung agar menyerahkan masalah ini ke polisi. Tapi kami pun meminta tanggungjawab untuk mengganti kerusakan dan penganiayaan yang telah dilakukan anggotanya pada anggota kami," ujarnya.

Sementara itu dari pihak BBC DPC Kabupaten Bandung, Jajang Tarmana saat ditemui di Mapolsek Baleendah memohon maaf kepada pihak PP. "Saya mohon maaf sebesar-besarnya karena tak bisa mendidik anak asuh saya, kerugian pun akan kami ganti, diharapkan masalah ini tidak jadi berkepanjangan," ujarnya. (A-211/A-108)***