Pemerintah Lambat Tetapkan Harga BBM

JAKARTA, (PRLM).- Ketua Umum Himpunan Lembaga Konsumen Indonesia (HLKI), Firman Turmantara mengatakan, lamanya keputusan pemerintah dalam menetapkan harga BBM akan memiliki dampak negatif yang merugikan masyarakat.

“Pertama, hal ini akan meresahkan dan menimbulkan ketidakpastian di kalangan konsumen yakni masyarakat luas,” katanya di Jakarta, Rabu.

Selanjutnya, Firman memandang, adanya waktu jeda dalam menunggu kepastian kenaikan harga BBM dapat dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menimbun komoditas tersebut. “Para spekulan akan mengambil risiko untuk melakukan penimbunan. Masa – masa sekarang adalah waktu yang tepat bagi mereka untuk membeli BBM dengan harga yang masih rendah,” katanya.

Menurut Firman, hal tersebut akan diperparah dengan kemungkinan adanya kelangkaan BBM karena maraknya praktik penimbunan. “Saat ini saja kelangkaan sudah terjadi di sejumlah tempat. Bukan tidak mungkin hal itu terjadi karena adanya praktik penimbunan yang memang belum terdeteksi,” katanya.

Ia memandang, semestinya bila memang belum siap untuk mengambil keputusan, pemerintah tidak perlu berwacana mengenai kenaikan BBM. “Sebab, efek psikologis terhadap masyarakat sangat besar. Wacana kenaikan BBM saja sudah menimbulkan dampak yang luar biasa, apalagi wacana ini dilontarkan langsung oleh presiden. Tentu akan lebih berdampak luas,” kata Firman. (A – 207/A-26)***

Baca Juga

APBN Tidak Cukup, Pemerintah Harapkan Investasi Riil

JAKARTA, (PR).- Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sama sekali tidak cukup mendanai proyek-proyek infrastruktur. Dalam lima tahun, hanya Rp 1.500 trliun APBN yang dapat dipakai untuk infrastruktur sementara dana yang dibutuhkan dalam lima tahun Rp4.900 triliun sampai Rp5.500 triliun.

Gazan Azka Rebut Juara Kompetisi Wirausaha DSC

JAKARTA, (PR).- Gazan Azka Ghafara (21), pemuda kelahiran Bandung 27 Juli 1995 berhasil menyabet gelar sebagai pemenang utama dalam kompetisi wirausaha Wismilak DSC 2016. Gazan berhak atas hadiah hibah modal Rp 500 juta rupiah dari total yang besarnya Rp 2 miliar.