Pemerintah Lambat Tetapkan Harga BBM

JAKARTA, (PRLM).- Ketua Umum Himpunan Lembaga Konsumen Indonesia (HLKI), Firman Turmantara mengatakan, lamanya keputusan pemerintah dalam menetapkan harga BBM akan memiliki dampak negatif yang merugikan masyarakat.

“Pertama, hal ini akan meresahkan dan menimbulkan ketidakpastian di kalangan konsumen yakni masyarakat luas,” katanya di Jakarta, Rabu.

Selanjutnya, Firman memandang, adanya waktu jeda dalam menunggu kepastian kenaikan harga BBM dapat dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menimbun komoditas tersebut. “Para spekulan akan mengambil risiko untuk melakukan penimbunan. Masa – masa sekarang adalah waktu yang tepat bagi mereka untuk membeli BBM dengan harga yang masih rendah,” katanya.

Menurut Firman, hal tersebut akan diperparah dengan kemungkinan adanya kelangkaan BBM karena maraknya praktik penimbunan. “Saat ini saja kelangkaan sudah terjadi di sejumlah tempat. Bukan tidak mungkin hal itu terjadi karena adanya praktik penimbunan yang memang belum terdeteksi,” katanya.

Ia memandang, semestinya bila memang belum siap untuk mengambil keputusan, pemerintah tidak perlu berwacana mengenai kenaikan BBM. “Sebab, efek psikologis terhadap masyarakat sangat besar. Wacana kenaikan BBM saja sudah menimbulkan dampak yang luar biasa, apalagi wacana ini dilontarkan langsung oleh presiden. Tentu akan lebih berdampak luas,” kata Firman. (A – 207/A-26)***

Baca Juga

Impor Jeroan Akan melambungkan Harga Daging Sapi

JAKARTA, (PR).- Rencana pemerintah pusat yang akan mengimpor jeroan sapi dikhawatirkan akan membuat harga daging sapi lebih tinggi. Pemerintah diminta berhati-hati dalam menggulirkan kebijakan tersebut agar sesuai dengan kebutuhan pasar.

Stop Pencurian Listrik, PLN Luncurkan SPLU

JAKARTA, (PR).- Sebuah terobosan baru diluncurkan guna menekan pencurian listrik yang biasa dilakukan dengan cara mencantol atau cara lainnya.

Pertamina Harus Tetap Jadi Pengendali Panas Bumi

JAKARTA, (PR).– Operasional PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), anak usaha PT Pertamina (Persero), saat ini dinilai berjalan baik dan memiliki proyeksi bisnis ke depan yang kuat. Apalagi, PGE saat ini menjadi pionir dalam pengembangan energi panas bumi di Tanah Air.