Pemerintah Lambat Tetapkan Harga BBM

JAKARTA, (PRLM).- Ketua Umum Himpunan Lembaga Konsumen Indonesia (HLKI), Firman Turmantara mengatakan, lamanya keputusan pemerintah dalam menetapkan harga BBM akan memiliki dampak negatif yang merugikan masyarakat.

“Pertama, hal ini akan meresahkan dan menimbulkan ketidakpastian di kalangan konsumen yakni masyarakat luas,” katanya di Jakarta, Rabu.

Selanjutnya, Firman memandang, adanya waktu jeda dalam menunggu kepastian kenaikan harga BBM dapat dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menimbun komoditas tersebut. “Para spekulan akan mengambil risiko untuk melakukan penimbunan. Masa – masa sekarang adalah waktu yang tepat bagi mereka untuk membeli BBM dengan harga yang masih rendah,” katanya.

Menurut Firman, hal tersebut akan diperparah dengan kemungkinan adanya kelangkaan BBM karena maraknya praktik penimbunan. “Saat ini saja kelangkaan sudah terjadi di sejumlah tempat. Bukan tidak mungkin hal itu terjadi karena adanya praktik penimbunan yang memang belum terdeteksi,” katanya.

Ia memandang, semestinya bila memang belum siap untuk mengambil keputusan, pemerintah tidak perlu berwacana mengenai kenaikan BBM. “Sebab, efek psikologis terhadap masyarakat sangat besar. Wacana kenaikan BBM saja sudah menimbulkan dampak yang luar biasa, apalagi wacana ini dilontarkan langsung oleh presiden. Tentu akan lebih berdampak luas,” kata Firman. (A – 207/A-26)***

Baca Juga

Aher Optimistis Arab Saudi Akan Berinvestasi di Jabar

BOGOR, (PR).- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyambut baik kedatangan Raja Salman Bin Abdul Azis ke Indonesia pada Rabu 1 Maret 2017 dan dijadwalkan akan melakukan pertemuan di Istana Bogor.

Indonesia Tindak Lanjuti Enam Poin Kerja Sama UKM dengan Arab Saudi

JAKARTA, (PR).- Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Koperasi dan UKM akan menindaklanjuti enam poin nota kesepahaman (MoU) kerja sama mengenai pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) dengan otoritas UKM Kerajaan Arab Saudi berlanjut.

Ini Bukti Perekonomian Jawa Barat Terus Membaik

BANDUNG, (PR).- Setelah membukukan kinerja yang positif pada 2016, perekonomian Jabar pada 2017 diperkirakan akan terus membaik. Laju pertumbuhan ekonomi Jabar diperkirakan akan berada pada kisaran 5,5 persen - 5,9 persen.