Pemerintah Lambat Tetapkan Harga BBM

JAKARTA, (PRLM).- Ketua Umum Himpunan Lembaga Konsumen Indonesia (HLKI), Firman Turmantara mengatakan, lamanya keputusan pemerintah dalam menetapkan harga BBM akan memiliki dampak negatif yang merugikan masyarakat.

“Pertama, hal ini akan meresahkan dan menimbulkan ketidakpastian di kalangan konsumen yakni masyarakat luas,” katanya di Jakarta, Rabu.

Selanjutnya, Firman memandang, adanya waktu jeda dalam menunggu kepastian kenaikan harga BBM dapat dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menimbun komoditas tersebut. “Para spekulan akan mengambil risiko untuk melakukan penimbunan. Masa – masa sekarang adalah waktu yang tepat bagi mereka untuk membeli BBM dengan harga yang masih rendah,” katanya.

Menurut Firman, hal tersebut akan diperparah dengan kemungkinan adanya kelangkaan BBM karena maraknya praktik penimbunan. “Saat ini saja kelangkaan sudah terjadi di sejumlah tempat. Bukan tidak mungkin hal itu terjadi karena adanya praktik penimbunan yang memang belum terdeteksi,” katanya.

Ia memandang, semestinya bila memang belum siap untuk mengambil keputusan, pemerintah tidak perlu berwacana mengenai kenaikan BBM. “Sebab, efek psikologis terhadap masyarakat sangat besar. Wacana kenaikan BBM saja sudah menimbulkan dampak yang luar biasa, apalagi wacana ini dilontarkan langsung oleh presiden. Tentu akan lebih berdampak luas,” kata Firman. (A – 207/A-26)***

Baca Juga

Pramono Anung: Tax Amnesty Jalan Terus

JAKARTA, (PR).- Sekalipun saat ini mulai muncul seruan masyarakat agar ada penundaan pelaksanaan program pengampunan pajak, Pramono mengatakan pemerintah akan jalan terus. Apalagi pemerintah menargetkan ada uang yang masuk besar-besaran pada September mendatang.

Gubernur BI: Dana Asing yang Masuk ke Indonesia Meningkat

JAKARTA, (PR).- Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, citra positif Indonesia di luar negeri berdampak pada keuangan dalam negeri. Uang masuk ke Indonesia sejak 1 Januari 2016 sampai 1 Agustus 2016 mencapai Rp 160 triliun.

Erick dan Boy Thohir Deklarasikan Aset Masing-masing

JAKARTA, (PR).- Pengusaha Erick Thohir dan Garibaldi (Boy) Thohir mendeklarasikan sejumlah aset yang belum dilaporkan, baik di luar maupun di dalam negeri. Deklarasi didominasi dari dalam negeri 70% dan 30% dari luar negeri.