Prodi Ilmu Ekonomi dan Keuangan Syariah UPI, Pelopor Reformasi Pendidikan Ekonomi

BANDUNG,(PRLM).- Dekan Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia Dr. Edi Suryadi, M.Si. mengatakan pembukaan program studi Ilmu Ekonomi dan Keuangan Syariah diharapkan akan menjadi salah satu keunggulan sekaligus pembeda fakultas FPEB UPI dengan fakultas ekonomi di perguruan tinggi lainnya. Prodi Ilmu Ekonomi dan Keuangan Syariah ini dibuka tidak hanya didasarkan pada pemikiran yang pragmatis. Akan tetapi didasarkan pada hasil kajian akademik dan kajian empiris yang sangat serius selama kurun waktu empat tahun ke belakang.

“Dengan dibukanya prodi baru ini dapat menjadi pelopor di dalam mereformasi pendidikan ilmu ekonomi baik di perguruan tinggi maupun di tingkat sekolah,” kata Edi di Auditorium JICA FPMIPA UPI, Jln. Dr. Setiabudhi, Bandung, Rabu (1/5/2013).

Dia juga mengemukakan keseriusan dari prodi Ilmu Ekonomi dan Keuangan Syariah untuk menunjang proses pembelajaran maka secara bersamaan dibuka juga Laboratorium Perbankan Syariah dalam bentuk payment point walaupun masih bersifat off line. Lab ini akan beroperasi secara riil dalam arti transaksi perbankan sesungguhnya.

“Fakultas telah mengambil kebijakan mengenai dosen dan mahasiswa FPEB diwajibkan memiliki rekening di Laboratorium Perbankan Syariah ini. Pada akhirnya dalam lab ini akan terjadi proses pembelajaran yang nyata,” ujar Edi.

Tujuannya, lanjutnya, agar para lulusan dapat mengetahui dan mengalami sendiri sistem dan mekanisme kerja Perbankan Syariah. Ketika bekerja nanti sudah siap pakai.

Selain acara launching prodi Ilmu Ekonomi dan Keuangan Syariah juga diselenggarakan kuliah umum yang bertemakan “Industri Keuangan Dan Perbankan Islam, Tren Global dan Tantangannya bagi Perguruan Tinggi”. Hadir sebagai penbicara Direktur Eksekutif Perbankan Syariah Bank Indonesia Edy Setiadi.

Edy membahas perbankan syariah yang bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai perkembangan, proyeksi dan strategi industri keuangan dan perbankan syariah pada level nasional maupun global. Selain itu juga dibahas mengenai dampak perkembangan industri keuangan dan perbankan syariah pada penyerapan tenaga kerja terdidik lulusan perguruan tinggi. (A-208/A_88)***

Baca Juga

Sekolah Pelaksana UNBK Meningkat 400 Persen

BANDUNG,(PR).- Provinsi Jawa Barat menargetkan jumlah sekolah pelaksana Ujian Nasional Berbasiskan Komputer (UNBK) menjadi 1.000 sekolah pada 2017. Saat ini baru 402 sekolah yang menjadi pelaksana UNBK.

Prof. Dr. Ir Achmad Memet Satari Tutup Usia,

BOGOR, (PR).- Rektor Institut Pertanian Bogor periode 1970-1974 dan 1974-1978, Prof. Dr. Ir Achmad Memet Satari tutup usia, Senin 4 April 2016 malam sekitar pukul 21.46 di RS Fatmawati Jakarta karena sakit dalam usia 83 tahun.

ITB Membuka Program Perkeretaapian

BANDUNG,(PR).- Institut Teknologi Bandung (ITB) membuka program Magister Instrumentasi dan kontrol bidang pemintaan khusus perminyakan, kontrol, dan otomasi perkeretaapian. Jurusan merupakan yang pertama di kawasan Asia Tenggara.