Penipuan Proyek FIktif

PNS Dinas Pendidikan Ditahan Kejari Cianjur

JAWA BARAT

CIANJUR, (PRLM).- Salah seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cianjur, DK ditahan Kejaksaan Negeri Cianjur (Kejari),Selasa (30/4/2013). Penahanan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan tahap kedua di Seksi Pidana Umum Kejari Cianjur, DK terbukti bersalah dan mengakui perbuatannya turut serta dalam kasus dugaan penipuan proyek fiktif di lingkungan Disdik Kabupaten Cianjur.

Tindak pidana tersebut dilakukan pada tahun 2010, bahkan dua terdakwa lain yang menjadi otak penipuan, AK dan NS yang merupakan kontraktor sudah diputus pengadilan pada Februari tahun ini.

Proyek fiktif itu muncul ketika dua tersangka lainnya yang saat ini sudah divonis hukuman penjara, NS dan AK, berupaya mencari pinjaman modal kepada korban, Apul Halomoan Marpaung sebesar Rp 1,4 miliar.

Keduanya meyakinkan korbannya jika uang itu akan digunakan sebagai modal proyek pengadaan buku di lingkungan Disdik Kabupaten Cianjur.

Untuk lebih meyakinkan korbannya, NS dan AK berkonspirasi dengan membawa DK ke korbannya agar memberikan keterangan bahwa proyek tersebut benar ada di lingkungan Disdik Kabupaten Cianjur. Namun pada kenyataannya, proyek itu tak pernah ada dan uang korban sebesar Rp 1,4 miliar pun raib.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Cianjur, Marolop Pandiangan mengatakan, peristiwa kasus tersebut terjadi sekitar tahun 2010 lalu. Dua pelaku terdahulunya sudah diproses hukum dalam kasus dugaan penipuan.

"Jadi posisi DK ini adalah turut serta membantu melakukan penipuan. Dua pelaku sebelumnya meminta bantuan DK meyakinkan korbannya bahwa ada proyek pengadaan di Dinas Pendidikan. Tapi pada kenyataannya memang tidak pernah ada proyek tersebut," katanya.

DK yang masih mengenakan seragam PNS berwarna cokelat muda, mulai diperiksa di ruangan Pidana Umum sejak pukul 12.00 WIB. Di ruangan tersebut, DK dicecar berbagai pertanyaan seputar keterlibatannya dalam kasus dugaan penipuan. Sekitar pukul 17.00 WIB, DK akhirnya digiring ke mobil tahanan Kejari Cianjur untuk dititipkan di LP Kelas II B Cianjur di Jalan Aria Cikondang.

Ketika digiring ke luar menuju mobil tahanan Kejari Cianjur, DK tak memberikan komentar apapun kepada wartawan saat dikonfirmasi. Sambil menghisap rokok, DK dengan terburu-buru masuk ke dalam mobil. (A-186/A-88)***

Baca Juga

Lima Persen Warga Kota Banjar Belum Miliki e-KTP

JAWA BARAT

BANJAR,(PRLM).-Sebanyak 5 persen dari 144.000 warga Kota Banjar yang berhak dan memenuhi persyaratan, belum memiliki KTP elektronik atau e-KTP. Di antaranya adalah tenaga kerja Indonesia (TKI yang tidak melaporkan diri, pemula dan KTP belum jadi.

Perluasan Landasan Pacu BIJB ke Situ Cimaneuh

JAWA BARAT
TATI PURNAWATI/PRLM

MAJALENGKA, (PRLM).- Perluasan landasan pacu Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati dikabarkan akan dilakukan ke arah Desa Kertajati tepatnya wilayah Situ Cimaneuh.

Bagian Hukum Konsultasi ke Kejagung Terkait Penahanan Bupati Sumedang

JAWA BARAT

SUMEDANG, (PRLM).-Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sumedang kini sedang berkonsultasi dengan Kejaksaaan Agung (Kejagung) di Jakarta.

Eks Wali Kota Banjar Turut Bicara

Jalan Nasional Cipadung Harus Segera Diperbaiki

JAWA BARAT
NURHANDOKO WIYOSO/PRLM

BANJAR, (PRLM).- Amblesnya badan jalan nasional Moh. Isa di wilayah Cipadung, Kecamatan Purwaharja , Kota Banjar semakin hancur dan rawan kecelakaan.