Headlines

Satem Mendapat Bantuan dari Pembaca Setia "PR"

TATI PURNAWATI/"KC"
TATI PURNAWATI/"KC"
PEMBACA setia "PR" memberikan bantuan bagi Satem (90) warga Desa Pasindangan, Kecamatan Jatitujuh, Kab Majalengka. Staf sekretariat redaksi "PR", Zaelani Abdulah menyalurkan bantuan dari pembaca yang budiman itu di kediaman Satem, Selasa (30/4/13).*

MAJALENGKA, (PRLM).- PT Pikiran Rakyat menyerahkan titipan bantuan dari pembaca setia "PR", bagi Satem (90) dan dua buyutnya di Desa Pasindangan. Kecamatan Jatitujuh, Majalengka yang hidup di tengah keterbatasan ekonomi.

Bantuan diterima langsung oleh Satem dan buyutnya, Asih yang baru keluar dari SMP di rumahnya di Pasindangan.

“Hatur nuhun sing seueur rejekina, sing maju usahana, didoakeun ku Ema,” ungkap Satem seraya mendoakan bagi pembaca "PR" yang berhati budiman, saat menerima bantuan uang itu.

Dana bantuan tersebut menurut dia akan benar-benar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bersama kedua buyutnya, serta biaya sekolah Usi (8) yang masih duduk di bangku kelas II SD.

Bila mungkin Satem ingin memperbaiki televisi peninggalan kedua orang tua Usi yang sudah beberapa tahun rusak, agar buyutnya tersebut tidak perlu lagi nonton TV di rumah orang lain, namun bisa di rumah sendiri.

Sedangkan Asih menyebutkan sejak ayahnya meninggal dan ibunya pergi bekerja menjadi TKI, adiknya Usi memilih tinggal di rumah bersama buyutnya, sementara dia memilih tinggal bersama familinya. Ibunya sendiri menurut Asih sejak beberapa tahun lalu pergi menjadi TKI tidak jelas kabarnya. Karena hingga kini tidak pernah mengirim surat atau uang apalagi pulang.

“Teu terang ibu mah duka di mana? Tara uih da ti kawitan damel ge (tidak tahu ibu entah di mana. Dia tidak pernah pulang semenjak pergi menjadi TKI),” ungkap Asih.

Jurutulis Desa Pasindangan H.Astim dan Ketua BPD H.Caryo menyampaikan ucapan terimakasihnya atas bantuan yang telah diterima warganya tersebut. Dana tersebut diharapkan akan dimanfaatkan betul oleh warganya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Nenek tua Satem (90) alamat Desa Pasindangan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka harus menanggung beban hidup bersama buyutnya Usi (8) setelah ketiga anaknya dan cucunya meninggal. Sedangkan Enes, orang tua Usi yang berangkat menjadi TKI ke Arab lima tahun lalu tak jelas kabarnya.

Satem sejak tiga tahun lalu tak mampu lagi bekerja menjadi buruh tani atau menjadi tukang pijat karena kaki dan tangannya mengalami luka-luka dan rematik, kini untuk menyambung hidup bersama buyutnya yang juga sebatangkara hanya mengandalkan belas kasihan tetangganya dan salah satu mantan menantunya yang setiap pagi mengirim nasi. (C-28/A_88)***

×
<