Kementerian Kalautan dan Perikanan Terus Genjot Sertifikasi CBIB

BANDUNG, (PRLM).- Kementerian Kelautan dan Perikanan terus menggenjot sertifikasi CBIB (cara budidaya ikan yang baik) untuk mendukung pengendalian sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan budidaya. Cara itu juga memberikan nilai tambah pada produk perikanan budidaya.

Hal tersebut ditegaskan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan, Slamet Soebjakto, Senin (29/4/2013) malam, saat membuka Forum Koordinasi Auditor Sertifikasi CBIB Tahun 2013, di Hotel Park, Jln. Surapati, Kota Bandung.

"CBIB menjadi indikator kinerja yang dipantau dan dievaluasi UKP4 (Unit Kerja Presiden Bidang Pemantauan dan Pengawasan Pembangunan) secara periodik. Artinya, pemerintah serius untuk meningkatkan kualitas hasil perikanan budidaya agar berdaya saing tinggi di pasar global dan meningkat serapannya di pasar lokal," ujarnya.

Satu produk yang kini tengah digenjot sertifikasi CBIB-nya adalah rumput laut. Percepatan itu perlu karena untuk memenuhi pasar rumput laut di luar negeri.

"Khususnya Cina dan Filipina. Mereka butuh banyak pasokan rumput laut. Namun mereka mensyaratkan, rumput laut itu harus bersertifikat," ucap Slamet.

Dia membeberkan, Indonesia menjadi satu dari sekian banyak penghasil rumput laut terbesar di dunia. Beberapa provinsi di Indonesia yang menyumbang rumput laut adalah NTT, NTB, Maluku, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Jabar, dan Jatim. "Kami kemarin mengekspor 60 juta ton rumput laut. Hampir 60 persennya dikirim ke Cina," ujarnya.

Itu sebabnya, sertifikasi CBIB rumput laut perlu segera direalisasikan. "Jangan menunggu tahun depan. Harus tahun ini juga karena pasar begitu cepat. Dan tidak hanya rumput laut, tapi produk-produk perikanan lainnya karena konsumsi ikan terus meningkat," katanya. (A-128/A-89)***

Komentari di Facebook !
Customize This