Agen Elpiji 3 Kg di Kab. Kuningan Dapat Jatah Tambahan Masing-masing 1.120 Tabung

EKONOMI

KUNINGAN, (PRLM).- Untuk mengantisipasi kelangkaan gas bersubsidi tabung isi 3 kilogram di Kab. Kuningan, agen-agen gas elpiji bersubsidi mendapat tambahan jatah kiriman masing-masing sebanyak dua loading order (LO) atau sebanyak 1.120 tabung elpiji. Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Pemkab Kuningan H. Kamil Ganda Permadi, kepada wartawan Senin (29/4/2013) menyebutkan, penambahan jatah tersebut mulai disalurkan Pertamina kepada para agen di Kuningan sejak Sabtu (27/4/13).

"Dengan adanya tambahan jatah sebanyak itu, kami mengharapkan bisa mengantisipasi masalah kelangkaan gas elpiji di Kuningan," kata Kamil Ganda Permadi seraya menyebutkan penambahan jatah gas elpiji bersubsidi untuk para agen di Kuningan sebanyak itu, diberikan pemerintah atas permohonan Pemkab Kuningan kepada Hiswanamigas serta kepada pemerintah pusat.

Dia menerangkan, pendistribusian gas elpiji di Kab. Kuningan selama ini dilayani Pertamina melalui dua Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), 11 agen, dan sekitar 800 pangkalan. Sementara itu, kebutuhan gas elpiji bersubsidi Kab. Kuningan pada tahun ini diperhitungkan mencapai sekitar 24 juta ton, tetapi kuota gas elpiji bersubsidi yang ditetapkan pemerintah untuk Kuningan tahun ini hanya 20 juta ton, setara dengan realisasi tahun 2012.

Disebutkannya, berdasarkan pantauan pihaknya pendistribusian gas elpiji dari Pertamina kepada SPBE hingga ke tingkat pangkalan, selama ini terbilang lancar. Akan tetapi, dalam sebulan terakhir masyarakat pengguna gas bersubsidi di beberapa lingkungan permukiman baik di kawasan perkotaan maupun di sejumlah wilayah kecamatan, sempat banyak yang mengeluh sulit mendapatkan gas tersebut, seperti yang sempat terjadi pula di beberapa kabupaten dan kota lain belakangan ini.

Kamil menduga, kelangkaan gas elpiji di daerahnya bukan karena terjadi kasus penimbunan, tetapi karena pertumbuhan pengguna dan tingkat penggunaannya di masyarakat. "Kalau ada yang menimbun, untuk gas elpiji tidak mungkin. Sebab, kalau ditimbun gas elpiji akan susut dan merugikan yang menimbunnya," kata Kamil.(A-91/A_88)***

Baca Juga

Konferensi Asia Afrika 2015

Indonesia dan Swaziland Gali Peluang Ekonomi

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Ekonomi dan kerja sama teknik merupakan dua isu utama yang menjadi fokus pertemuan Presiden RI, Joko Widodo dengan Raja Swaziland Mswati III di sela sela Konferensi Asia Afrika 2015

Tak Mampu Berikan LPJ, Anggaran BUMD Dicairkan Bertahap

EKONOMI

NGAMPRAH, (PRLM).-Badan Usaha Milik Daerah Kabupaten Bandung Barat, PT Perdana Multiguna Sarana tidak mampu memberikan laporan pertanggungjawaban. Akibatnya, anggaran sebesar Rp 9 miliar dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat pada tahun ini tidak diberikan sekaligus.

Tambah Pesawat, Garuda Incar Kenaikan Jumlah Penumpang 12%

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- PT Garuda Indonesia (Persero) memproyeksi pertumbuhan jumlah penumpang sebesar 12 persen pada tahun 2015 ini menjadi 25 juta penumpang dari 21,5 juta pada tahun lalu.

Jelang MEA, Daya Saing Masih Menjadi Masalah

EKONOMI

BANDUNG, (PRLM).- Kurang dari sembilan bulan akan diterapkannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), sejumlah pengamat ekonomi menilai daya saing Indonesia masih belum mengalami peningkatan berarti.