Luasnya Puluhan Hektare

Banyak Aset Pemkab Bandung Dimiliki Perorangan

BANDUNG RAYA

SOREANG, (PRLM).- Tanah yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Bandung di kawasan Pangalengan yang luasnya puluhan hektare, dimiliki perorangan, padahal tanah ini seharusnya tidak dimiliki secara pribadi, Pemkab akhirnya tempuh jalur hukum untuk menyelesaikannya.

Kepala Bagian Pengelolaan Aset Setda Kabupaten Bandung, Dadang Husni menjelaskan, tanah yang luasnya 14 hektare tersebut awalnya digunakan untuk keperluan karang taruna di Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan.

Lalu kata dia aset tersebut dipakai sebagai lahan praktek pertanian oleh karang taruna. Namun saat ini tanah milik Pemkab itu dianggap sebagai tanah milik Sudira. Para ahli waris Sudira pun kini menuntut jika tanah itu merupakan peninggalan dari orang tuanya.

Tanah itu kini digunakan oleh warga sekitar sebagai lahan pertanian. Warga menyewa tanah itu kepada ahli waris yang mengaku memiliki tanah itu. Namun Pemkab menganggap lahan pertanian itu merupakan aset Pemkab. Bukan tanah milik perorangan.

"Seminggu kemarin kita baru mengetahui permasalahan ini. Kita sudah mengambil langkah hukum untuk menyelesaikannya. Ahli waris yang mengaku sebagai pemilik tanah pun kita minta untuk menunjukan bukti kepemilikan tanah," ujar Dadang Minggu (28/4/2013).

Tanah itu, katanya, merupakan tanah peninggalan dari jaman Belanda. Jadi jika memang dianggap sebagai milik perorangan harusnya ada bukti berupa sertifikat, namun pihak ahli waris belum bisa menunjukan bukti tersebut, untuk menyelesaikan masalah ini, Pemkab sudah melaporkan kepada aparat berwenang. Pihaknya pun sudah beberapa kali mengadakan musyawarah, tetapi tidak ada kesepakatan yang tercapai.

"Pak Sudira sendiri sudah meninggal dunia. Jadi sekarang yang menuntut tanah itu ialah ahli warisnya. Namun pihak ahli waris dari keluarga Sudira tidak bisa menunjukan buktinya. Jadi lebih baik masalah ini diselesaikan di jalur hukum agar ada keputusan yang jelas," kata Dadang.

Akibatnya, Pemkab pun mengalami kerugian hingga ratusan juta. Selain aset tanah, masih banyak aset milik Pemkab yang belum disertifikasi seperti sekolah dan kantor pemerintahan. Pasalnya, Pemkab kesulitan untuk mendata aset tersebut karena terkendala masalah surat kepemilikan. Sampai tahun 2013, baru 25 persen aset Pemkab yang sudah disertifikasi.

"Kendalanya kan banyak aset yang berasal dari hibah. Jadi kita masih menelusuri surat-suratnya. Sampai bulan ini kita tengah memproses 30 aset milik Pemkab. Salah satunya yaitu sekolah yang berada di Baleendah," katanya.

Selama tahun 2012, pihaknya sudah memproses 10 aset milik Pemkab dengan dana mencapai Rp 175 juta. Tahun ini Pemkab menganggarkan Rp 150 juta untuk memproses bukti kepemilikan aset.

Sementara itu Camat Pangalengan, Dedi Sutardi menjelaskan, pihak kecamatan sudah memfasilitasi dengan mengadakan musyawarah dengan pihak ahli waris. Namun tidak pernah ada titik temu mengenai permasalahan ini. Pihak Pemkab pun mempersilahkan kepada ahli waris untuk bisa menunjukan bukti-bukti kepemilikan tanah.

"Ahli waris belum bisa memperlihatkan sertifikat kepemilikan tanah. Mereka hanya bisa menunjukan peta lokasi tanah tersebut. Namun mereka ngotot jika tanah itu merupakan tanah milik keluarga Sudira," kata Dedi.

Ia menambahkan, jika memang benar tanah itu merupakan tanah milik keluarga Sudira, tetap saja mereka melanggar hukum. Dalam undang-undang agraria tahun 1960, dijelaskan jika seseorang boleh memiliki tanah namun tidak melebihi dari lima hektar. Mereka pun belum mendaftarkan kepemilikan tanah tersebut.

"Mereka kan mengaku punya tanah hingga belasan hektar. Tapi kan di undang-undang sudah dijelaskan kalau warga boleh memiliki tanah namun tidak melebihi dari lima hektar. Jadi mereka tetap melanggar aturan," ujarnya. (A-211/A-108)***

Baca Juga

Bandit Jalanan Kembali Beraksi di Jembatan Pasupati

BANDUNG RAYA
BANDUNG, (PRLM).– Setelah sekian lama Fly Over Pasupati telah aman dari aksi kejahatan jalanan, kini jembatan layang yang membelah Kota Bandung tersebut kembali tidak aman.
 

Gara-gara Layangan dengan Tali Kawat, Listrik Jadi Byar Pet

BANDUNG RAYA

CIMAHI, (PRLM).-Arus jaringan listrik sering terganggu akibat tali layangan yang menggunakan kawat. Hal itu berdampak pada terhentinya arus listrik akibat konsleting hingga putusnya kabel jaringan listrik ke rumah warga.

Perum Bulog Distribusikan 18.934 Karung Raskin

BANDUNG RAYA
PETUGAS menurunkan beras untuk keluarga miskin (raskin) di Perum Bulog Jln. Mahar Martanegara Kota Cimahi.*

CIMAHI, (PRLM).- Program beras untuk keluarga miskin (Raskin) kuota bulan Agustus 2015 disalurkan ke masyarakat Kota Cimahi, Selasa (4/8/2015). Penyaluran raskin tersebut merupakan jatah ke-9 dari 13 kali kuota raskin sepanjang 2015.

Menkumham, "Tanamkan Budi Pekerti pada Napi Anak"

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Republik Indonesia Yasona Laoly meminta kepada seluruh jajaran Kementerian Hukum dan HAM untuk tidak memperlakukan tahanan anak seperti tahanan dewasa. Napi anak harus lebih pada pembinaan dan menerapkan budi pekerti.