Kekerasan Terhadap Wartawan Masih Marak

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Profesi wartawan hingga kini masih rentan dan beresiko menghadapi kekerasan saat menjalankan tugasnya. Oleh karena itu, pembentukan satgas yang melakukan pembelaan dan ivestigasi terhadap seorang wartawan yang mendapat ancaman maupun tindak kekerasan diperlukan dalam mengurangi resiko tersebut.

Demikian kata Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Barat (PWI Jabar) Mirza Zulhadi saat ditemui "PRLM" dalam acara syukuran ulang tahun PWI Jabar ke-67 dan peringatan Hari Ulang Tahun Pers (HPN) 2013 di Gedung Lokantara Budaya RRI. Jalan Diponegoro, Minggu (28/7/13). "Dewan Pers telah membentuk Satgas Anti kekerasan terhadap wartawan dari sejumlah organisasi pers seperti PWI, Alinasi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI. Mereka bertugas membela serta menyosialisasik kepada stake holder terkait hal itu," katanya.

Menurut Mirza, ketiga organisasi tersebut akan menunjuk anggota untuk masuk dalam Satgas. Pembentukan Satgas merupakan langkah maju dalam mendukung wartawan dalam menjalankan tugasnya. Nanti kewenangan Satgas adalah menangani kekerasan terhadap jurnalis. Peran Satgas sudah dilakukan dengan turun pada kasus penyeranganTVRI di Sulawesi beberapa waktu yang lalu.

Maraknya tindak kekerasan, tutur Mirza, membuat PWI Jabar memfokuskan perhelatan syukuran HPN 2013 dan HUT ke-67 PWI Tingkat Jabar kepada permasalahan keselamatan jurnalis dalam menjalankan tugas. "Kita punya Undang-Undang (UU) Pokok Pers, tetapi masyarakat belum terlalu faham terhadap UU itu. Akibatnya, praktik pemidanaan atau kriminilasi para wartawan kerap terjadi,"katanya.

Mirza mengungkapkan, ada sekitar puluhan kasus kekerasan terhadap wartawan di Jabar selama dua tahun ini. Namun, PWI belum turun dan mengambil tindakan karena kebanyakan kasus tersebut diselesaikan dengan musyawarah. Kendati demikian, ancaman kekerasan tetap mengintai para wartawan di lapangan. Dia pun mengakui PWI Jabar belum memiliki data lengkap terkait kasus kekerasan yang menimpa wartawan di Jabar. (A-201/A-147)***

Baca Juga

Polres Bandung Razia 43 Orang Terduga Permanisme

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Kepolisian Resor (Polres) Bandung menggelar razia terhadap aksi premanisme di wilayah Kabupaten Bandung. Dari hasil gelaran razia tersebut, Polres Bandung menjaring 43 orang yang diduga melakukan aksi premanisme.

Lettu Sus Candra Lulusan Terbaik Kursus Guru Militer

BANDUNG RAYA

SOREANG, (PRLM).- Lettu Sus Candra W, ditetapkan sebagai siswa lulusan terbaik pendidikan Kursus Guru Militer Perwira(Susgumilpa) Angkatan ke-46 dari 29 perwira siswa. Pendidikan dilaksanakan selama empat bulan di Skadron Pendidikan (Skadik) 201 Lanud Sulaiman, Kec. Margahayu, Kab.

Pemkab Bandung Dapat Tambahan Dana Desa dari Pusat

BANDUNG RAYA

SOREANG, (PRLM).- Kabupaten Bandung mendapat dana tambangan dana desa dari pemerintah pusat sehingga menjadi Rp 87,13 miliar dari semula Rp 54 miliar.

Guru Militer Punya Tanggung Jawab Moral Tinggi

BANDUNG RAYA

SOREANG,(PRLM).- Kepala Dinas Logistik Letkol Kal Suhendro saat membuka pendidikan Kursus Guru Militer Perwira (Susgumilpa) Angkatan ke-47, mengatakan, profesi dan peran guru militer memiliki peran penting dan menjadi ujung tombak dalam sebuah lembaga pendidikan.