PBB Tunjuk Arbiter Tangani Aktivitas Cina di Laut Cina Selatan

BERLIN, (PRLM).- Satu pengadilan internasional PBB telah menunjuk para arbiter yang diperlukan dalam proses peradilan, terkait permintaan Filipina untuk menghentikan apa yang mereka sebut sebagai aktivitas ilegal Cina di Laut Cina Selatan.

Pengadilan Konvensi PBB Mengenai Hukum Kelautan yang berbasis di Jerman, Jumat (26/4/13) waktu setempat mengatakan, telah memilih lima arbiter untuk proses peradilan itu. Mereka adalah para pakar hukum dari Sri Lanka, Perancis, Jerman, Polandia dan Belanda.

Pada bulan Januari lalu Filipina meminta pengadilan untuk melakukan proses arbitrase terkait sengketa teritorial mereka dengan Cina. Mereka berargumentasi bahwa klaim Cina terhadap hampir semua kawasan di Laut Cina Selatan melanggar konvensi PBB dan kedaulatan Filipina.

Pemerintah Filipina berharap langkah itu akan dapat menggalang dukungan internasional guna menghentikan aktivitas Cina. Namun Cina menolak proposal Filipina itu karena menurut mereka masalah ini seharusnya diselesaikan antara kedua negara. (nhk/A_88)***

Baca Juga

Ini Perang Hinaan Antara Donald Trump dan Kim Jong-un

”BERMENTAL gila”, ”Hilang ingatan”, dan ”Si gila yang lepas kendali” adalah beberapa ungkapan yang dilontarkan dua pemimpin dunia, Donald Trump dan Kim Jong-un, untuk saling menyerang selama 2017 ini.

Fridtjof Nansen, "Orang Gila" yang Menyeberangi Kutub Utara

Sepanjang menempuh studi di Bergen pada 1887, Fridtjof Nansen selalu memikirkan proyeknya untuk bisa menyeberangi es di Greenland. Rencananya sungguh berani. Namun bagi banyak orang, itu adalah rencana gila.