Yayasan Pendidikan Udjo Gelar Pendidikan Angklung

Ironis, Korea Selatan Miliki Kurikulum Pendidikan Angklung

SENI BUDAYA
KANG Sam Udjo saat memberikan keterangan kepada wartawan tentang kesenian angklung sebagai sarana pendidikan karakter bangsa.*
RETNO HY/PRLM
KANG Sam Udjo saat memberikan keterangan kepada wartawan tentang kesenian angklung sebagai sarana pendidikan karakter bangsa.*

BANDUNG, (PRLM).- Kesenian angklung dapat menjadi sarana ataupun alat pendidikan membentuk karakter bangsa. Namun hingga saat ini pemerintah masih mengakui kesenian angklung hanya sebatas sarana hiburan yang dipergelarkan.

“Memang sangat ironis sekali kalau melihat kondisi kesenian angklung di negeri sendiri. Di Korea Selatan yang tidak punya budaya angklung justru memiliki kurikulum angklung yang resmi dipelajari di sekolahnya, tapi di Indonesia, yang merupakan negara asal instrumen angklung, sangat sedikit sekolah yang memasukkan angklung dalam kurikulumnya,” ujar Sam Udjo, Ketua Yayasan Pendidikan Saung Angklung Udjo, dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (27/4/13).

Diungkapkan putra kedua (Alm) Udjo Ngalagena tersebut, pihaknya terus melakukan upaya mulai dari tingkat Pemkot, Pemprov bahkan hingga ke Kemendikbud. “Namun semuanya angkat tangan dan bahkan ada yang tidak memberi respons atau menanggapi,” ujar Sam Udjo.

Terhadap upaya yang dilakukan Yayasan Pendidikan Saung Angklung Udjo untuk menjadikan angklung sebagai sarana pendidikan karakter bangsa tersebut merupakan bagian dari pelestarian dan penyelamatan kesenian angklung serta membentuk karakter bangsa kepada anak-anak atau generasi muda.

“Kami akui, selama ini Saung Angklung Udjo hanya menjadikan angklung sebagai sarana hiburan dan mendatangkan profit, tapi di sisi lain Saung Angklung Udjo belum menjadikan angklung sebagai sarana pendidikan sebagaimana yang diamanatkan oleh (Alm) Daeng Sutigna maupun (Alm) Udjo Ngalagena serta (Alm) Mang Koko (Koko Koswara),” ujar Sam Udjo, yang dalam waktu dekat bekerjasama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung akan penyusunan kurikulum dan pelatihan bagi calon guru maupun guru. (A-87/A-88)***

Baca Juga

ABK Dua KRI Promosikan Seni Tradisional Indonesia

SENI BUDAYA

SATTAHIP, (PRLM).- Dua Kapal Perang RI dari jajaran Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Armatim, yaitu masing-masing KRI Usman Harun-356 dengan komandan Kolonel Laut (P) Didong Rio Duta, S.T,.

Ripple Maker, Melukis di Atas Secangkir Kopi

SENI BUDAYA
TEKNOLOGI ini bekerja dengan menggabungkan teknologi pencetakan 3D dengan sistem ink-jet yang mencetak ekstrak kopi alami, yang disebut Ripple Pods.*

NEW YORK, (PRLM).- Hanya barista yang paling terampil mampu menciptakan seni busa yang rumit dengan tangan di atas permukaan kopi.

Kini, sistem baru bernama Ripple Maker, memungkinkan siapapun mencetak desain yang rumit pada permukaan kopi latte dan cappuccino yang disajikan.

Zainal Beta Ingin Satukan Tanah Indonesia Dalam Lukisan

SENI BUDAYA

MAKASSAR, (PRLM).- Zainal Beta adalah seorang pionir lukisan tanah liat yang telah mengabdikan lebih 30 tahun hidupnya mempelajari warna tanah di Sulawesi Selatan.

Tari Saman Aceh Ikut ke Pentas Dunia di Inggris dan Jepang

SENI BUDAYA
SEJUMLAH penari sedang berlatih tari Saman dari Aceh, yang akan dipentskan di Inggris dan Jepang.*

JAKARTA, (PRLM).- Sanggar Seni Gema Citra Nusantara (GCN) bekerja sama dengan Kiny Tours yang memiliki lisensi Internasional, membawa nama Indonesia ke Pentas Seni Dunia lewat kesenian tradisional, yakni tari Saman dari Aceh.