Headlines

Pasokan Terhenti 2-3 Minggu, Gas Elpiji Mulai Langka di Cirebon

HANDRIANSYAH/"PRLM"
HANDRIANSYAH/"PRLM"
SALAH satu agen memasok elpiji 3 kg ke salah satu pangkalan di Desa Mudu Pesisir, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jumat (26/4). Sementara itu di beberapa pangkalan lain, pasokan dari agen terhenti sejak dua sampai tiga minggu lalu, sehingga gas 3 kg mulai sulit dicari di warung kecil dan mini market di wilayah Kabupaten CIrebon.*

SUMBER, (PRLM).- Belum juga teratasi masalah kelangkaan solar, gas elpiji tiga kilogram juga mulai sulit di cari di beberapa wilayah Kabupaten Cirebon. Beberapa warung dan pangkalan bahkan mengaku sudah tiga sampai empat minggu tidak mendapatkan kiriman dari agen.

Salah seorang pemilik pangkalan gas elpiji di Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, Suhendro (57) mengatakan, dirinya saat ini hanya mendapat jatah kiriman 160 tabung setiap hari. Padahal, permintaan meningkat seiring pasokan yang hilang ke beberapa pangkalan dan warung besar di wilayahya.

“Banyak pelanggan orang lain yang datang mencari gas 3 kg ke pangkalan kami karena toko langganan mereka tidak mendapat kiriman sejak tiga minggu lalu,” tutur Suhendro ketika mengawasi kiriman gas elpiji 3 kg yang datang ke pangkalannya, Jumat (26/4/13).

Menurut Suhendro, dirinya tidak bisa memberikan jatah banyak kepada pelanggan baru. Pasalnya, jatah kiriman yang terbatas membuat permintaan pelanggannya sendiri juga tidak semuanya terpenuhi.

Suhedro menambahkan, kondisi tersebut berlangsung sejak dua bulan terakhir. Padahal sebelumnya, pangkalan milik Suhendro bisa mendapatkan pasokan elpiji 3 kg dalam jumlah tak terbatas. “Biasanya kami sebulan bisa mendapat pasokan sampai 4500 tabung. Sekarang 4000 tabung sebulan saja susah,” tuturnya.

Sementara itu pemilik toko di dekat pangkalan Suhendro, Dian (35) mengatakan, dari 200 tabung yang ia miliki, semuanya kosong sejak tiga minggu lalu. “Kami juga bingung melayani pelanggan perorangan dan warung kecil yang datang menanyakan elpiji,” katanya.

Kelangkaan juga terjadi di wilayah utara dan barat Kabupaten Cirebon. Di Desa Kertasura, Kecamatan Suranenggala, pangkalan milik Rastiman (50) sudah tidak mendapatkan pasokan sejak tiga minggu lalu. “Sebelumnya, pasokan juga sering tersendat sejak dua bulan lalu,” katanya.

Menurut Rastiman, sebelumnya ia selalu mendapatkan jatah 150 tabung setiap minggu. Jumlah itupun sebenarnya kurang, karena permintaan pelanggan mencapai ratusan. Akibatnya, dua sampai tiga hari 150 tabung sudah habis terjual.

Sejak dua bulan lalu, pasokan berkurang menjadi 100 tabung dengan frekuensi pengiriman dua minggu sekali. Jumlah itu lantas habis dalam waktu lima jam setelah pengiriman. “Selanjutnya kami hanya bisa mengatakan pada pelanggan untuk datang dua minggu lagi jika ingin mencari gas 3 kg,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Operasional stasiun pengisian dan pengangkutan bulk elpiji (SPPBE) Kanci, Micky Julianto mengatakan, pihaknya heran mengapa elpiji 3 kg bisa langka di pasaran. “Sejauh ini pasokan dari pertamina melalui SPPBE kami masih stabil,” katanya.

Meski demikian, Micky mengakui bahwa permintaan harian dari delapan agen yang dilayaninya sering meningkat. Namun, ia tidak bisa memberikan jatah lebih, karena kuota telah ditentukan oleh Pertamina untuk setiap agen setiap harinya.

Micky menegaskan, SPPBE Kanci saat ini mendapatkan jatah 750 ton elpiji per bulan. Jumlah itu dialokasikan untuk delapan agen yang menjadi mitra kerjanya. Setiap agen hanya diperkenankan mengisi 80 truk berisi 56 tabung elpiji 3 kg per bulan. “Jumlah pasokan per harinya sudah diatur, jadi tidak bisa jatah sebulan dihabiskan sehari oleh agen,” ujarnya.(A-178/A-108)***

Komentari di Facebook !