Dua PNS Mundur, Pilih Jadi Bakal Calon Legislatif

CIANJUR, (PRLM).- Dua orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Cianjur mundur. Seorang di antaranya lebih memilih keluar dari PNS dan seorang lagi mengajukan pensiun dini.

Kedua PNS tersebut memilih untuk mencalonkan diri sebagai bakal calon legislatif (Bacaleg) pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014. Keduanya adalah Solihin mantan guru yang keseharianya mengajar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pacet dan Hilman Syaukani yang merupakan mantan Kepala Sekolah (Kepsek) Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Persatuan Islam (Persis).

Kepala Kementerian Agama Kab. Cianjur, H. Dadang Ramdani membenarkan adanya dua PNS di lingkungan Kemenag Cianjur yang maju sebagai Bacaleg dalam Pileg 2014. Kedua PNS tersebut tidak ada masalah, lantaran keduanya sudah mundur dan tidak melanggar aturan.

"Seorang sudah mundur dari statusnya sebagai PNS dan seorang lagi mengajukan pensiun dini. Keduanya sudah diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. Sehingga jika yang bersangkutan maju dalam Pileg tidak ada masalah," kata Dadang, Jumat (26/4/2013).

Pihaknya mengaku sebelumnya telah bertemu dengan keduanya. Dalam pertemuan tersebut disampaikan masukan agar keputusannya mundur agar dipertimbangkan secara masak. "Saya sudah kasih masukan agar dipertimbangkan kembali keputusannya. Ternyata mereka keukeuh atas keputusannya itu. Kita tidak bisa menahan keinginannya, itu hak mereka," tegasnya (B.101/A-147)**

Baca Juga

Sebulan Menjabat, Duterte Tewaskan 730 Penjahat Narkoba

MANILA, (PR).- Presiden Filipina Rodrigo Duterte benar-benar menepati janjinya untuk membinaskan para penjahat narkoba. Sejak dilantik menjadi presiden pada 30 Juni 2016 lalu, dia sudah menewaskan ratusan penjahat narkoba.

Bank Surya Galuh Tunggu Izin OJK

CIAMIS,(PR).- Keberadaan Bank Surya Galuh yang merupakan penggabungan tiga cabang Bank Karya Pembangunan Desa (BKPD), hingga saat ini belum beroperasi.

Hanya 40 dari 552 SD Rusak yang Akan Diperbaiki

SUMBER, (PR).- Sebanyak 552 dari total 920 sekolah dasar di Kabupaten Cirebon membutuhkan rehabilitasi ringan maupun berat. Namun, hingga saat ini perbaikan sekolah baru akan dilaksanakan pada 40 sekolah melalui dana alokasi khusus (DAK) pada Agustus 2016.