Oditur Menuntut Hukuman 20 Tahun Penjara

Vonis Mati Bagi Prada Pelaku Pembunuhan Kekasih dan Ibunya

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Majelis hakim Pengadilan Militer II-09 memvonis mati terdakwa Prajurit Dua Mart Azzanul Ikhwan (23), dalam sidangnya di di Pengadilan Militer II-09 Bandung, Jln. Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu (24/4/2013) siang. Vonis tersebut lebih berat dibandingkan tuntutan Oditur Letkol CHK Siabudin SH dan Mayor Sus Asep Saeful Gani yaitu hukuman pidana penjara selama 20 tahun.

Dalam amar putusannya, majelis hakim yang dipimpin Letnan Kolonel CHK Sugeng Sutrisno menuturkan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan sebagaimana yang tercantum dalam pasal 340 KUH Pidana tentang Pembunuhan Berencana (dakwaan kesatu primer). Terdakwa juga terbukti melakukan sebagaimana yang tercantum dalam dakwaan kedua yaitu pasal 80 ayat 3 juncto pasal 1 butir 1 UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak. "Terdakwa terbukti melakukan pembunuhan berencana dan penganiayaan terhadap anak, termasuk yang ada di dalam kandungan, hingga meninggal dunia," kata Sugeng.

Mendengar putusan tersebut, ruang sidang pun bergemuruh karena ratusan pengunjung bersorak-sorai sambil mengucap "Allahu Akbar" dan "Alhamdulillah". Suami korban Opon yang juga ayah korban Sinta, tampak menangis.

Namun berbeda dengan Prada Mart. Begitu hakim mengetuk palu usai membacakan putusan, terdakwa yang semula berdiri tegap, tampak limbung. Terdakwa juga nyaris jatuh jika saja tidak ada petugas yang mengapit di kanan dan kiri terdakwa. Melihat reaksi terdakwa, Sugeng mempersilakan Mart untuk duduk di kursi. Mart sepertinya masih shock mendengar putusan tersebut sehingga harus dipapah petugas menuju kursinya.

Atas vonis tersebut, terdakwa melalui penasehat hukumnya, menyatakan pikir-pikir. Sementara Oditur Letkol CHK Siabudin SH dan Mayor Sus Asep Saeful Gani menyatakan menerima, dan langsung disambut pujian pengunjung yang merupakan keluarga serta tetangga korban.

Suami Opon yang juga ayah Sinta, Juju, mengaku puas atas vonis tersebut. Vonis itu, kata dia, telah memenuhi rasa keadilan. (A-128/A-88)***

Baca Juga

DPRD Desak Pemutihan Pajak Sepeda Motor

BANDUNG RAYA
PENGENDARA sepeda motor melintas di Jln. Gading Tutuka Raya, Desa Cingcin, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (23/8/2015). DPRD Kabupaten Bandung mendesak adanya pemutihan pajak sepeda motor karena banyaknya tunggakan.*

Fasilitas Pembangunan Dirusak, SMPN 3 Ngamprah Lapor Polisi

BANDUNG RAYA

NGAMPRAH, (PRLM).- Pembangunan 4 ruang kelas baru di SMPN 3 Ngamprah, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah,Kabupaten Bandung Barat tersendat akibat perusakan fasilitas untuk pekerja di areal pembangunan. Pihak sekolah melaporkan perusakan tersebut kepada kepolisian.

Sudah Bayar 15 Juta, Trayek Malah Diserobot Gojek

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Kehadiran Gojek memancing rasa tidak suka tukang ojek konvensional yang telah membayar trayek hingga 15 juta. Dodih Mulyadi (41), tukang ojek pangkalan di Jalan Haurpancuh, Kota Bandung, mengatakan, tidak senang dengan kehadiran Go Jek yang menyerobot lahan rezeki mereka.

Petugas Damkar Berupaya Padamkan Api di Pasar Caringin

BANDUNG RAYA
SITUASI saat kebakaran melanda jongko Blok E Pasar Caringin. Petugas pemadam berupaya mengendalikan api, sebagian masyarakat menonton.*

BANDUNG, (PRLM).- Dilansir dari Twitter milik Dicky Damkar Bdg @Rescue_Damkar telah terjadi kebakaran di jongko Blok E Pasar Caringin, Kota Bandung, pada Rabu (26/8/2015).