Marak Penjualan Produk Kosmetik Berbahaya Lewat Daring

EKONOMI

CIANJUR, (PRLM).- Maraknya penjualan melalui media daring (online) produk kosmetika berbahaya membuat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cianjur mulai memperketat pengawasan penjualan produk-produk tersebut.

"Kami mulai dapat pengaduan mengenai produk kosmetik yang justru merusak wajah dan tidak sesuai janji dalam produk tersebut. Kami duga produk kosmetik dengan kandungan merkuri yang melebihi batas. Biasanya dijual melalui online (daring)," ucap Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Cianjur, Yudi Adhi Nugroho kepada "PRLM", Selasa (23/4/13).

Dengan banyaknya pengaduan, kata Yudi, Diperindag mulai memperketat. Tidak hanya kosmetik, tapi juga pada produk makanan atau minuman yang dijual di toko, warung, atau kios.

Lebih lanjut Yudi mengatakan penjualan secara daring yang rata-rata menawarkan produk kosmetik itu, memang minim pengawasan.

"Memang kita belum menyentuh pengawasan penjualan produk-produk secara online (daring). Kita baru sebatas mengawasi peredaran produk-produk yang dijual secara kasat mata di warung, kios, atau toko.," tuturnya. (A-186/A_88)***

Baca Juga

Tambah Pesawat, Garuda Incar Kenaikan Jumlah Penumpang 12%

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- PT Garuda Indonesia (Persero) memproyeksi pertumbuhan jumlah penumpang sebesar 12 persen pada tahun 2015 ini menjadi 25 juta penumpang dari 21,5 juta pada tahun lalu.

Jelang MEA, Daya Saing Masih Menjadi Masalah

EKONOMI

BANDUNG, (PRLM).- Kurang dari sembilan bulan akan diterapkannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), sejumlah pengamat ekonomi menilai daya saing Indonesia masih belum mengalami peningkatan berarti.

Okupansi Hotel Melonjak Saat Libur Hari Buruh

EKONOMI
Okupansi Hotel Melonjak Saat Libur Hari Buruh

BNI Tawarkan KPR BNI Griya 9%

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI untuk ke-5 kali menjadi official bank pameran properti REI Expo 2015.