Marak Penjualan Produk Kosmetik Berbahaya Lewat Daring

EKONOMI

CIANJUR, (PRLM).- Maraknya penjualan melalui media daring (online) produk kosmetika berbahaya membuat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cianjur mulai memperketat pengawasan penjualan produk-produk tersebut.

"Kami mulai dapat pengaduan mengenai produk kosmetik yang justru merusak wajah dan tidak sesuai janji dalam produk tersebut. Kami duga produk kosmetik dengan kandungan merkuri yang melebihi batas. Biasanya dijual melalui online (daring)," ucap Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Cianjur, Yudi Adhi Nugroho kepada "PRLM", Selasa (23/4/13).

Dengan banyaknya pengaduan, kata Yudi, Diperindag mulai memperketat. Tidak hanya kosmetik, tapi juga pada produk makanan atau minuman yang dijual di toko, warung, atau kios.

Lebih lanjut Yudi mengatakan penjualan secara daring yang rata-rata menawarkan produk kosmetik itu, memang minim pengawasan.

"Memang kita belum menyentuh pengawasan penjualan produk-produk secara online (daring). Kita baru sebatas mengawasi peredaran produk-produk yang dijual secara kasat mata di warung, kios, atau toko.," tuturnya. (A-186/A_88)***

Baca Juga

Bulog Sulit Serap Bulog Secara Agresif

EKONOMI

BANDUNG, (PRLM).- Implikasi besar terhadap pemerintah dengan adanya Inpres penyerapan beras adalah terjadinya kesulitan bagi Bulog untuk menyerap gabah petani.

Indonesia Akan Kaji Izin Tambang Batu Bara

EKONOMI

NUSA DUA, (PRLM).- Pemerintah akan mendorong konsolidasi sektor pertambangan di tengah rendahnya harga-harga batu bara dan mungkin akan segera menarik lebih dari 4.000 izin yang telah menimbulkan masalah, ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, hari Senin (8/6/2015).

Petani Tomat Keluhkan Harga Tomat Rp 1.700,00/Kg

EKONOMI

SOREANG, (PRLM).- Para petani tomat di Kec. Pangalengan, Kab. Bandung, mengeluhkan harga tomat yang kini hanya Rp 1.700,00 per kilogramnya. Padahal biaya produksi sudah tinggi sehingga harga minimal tomat Rp 2.700,00.

Ekspor Banten Naik 8 Persen Jadi

EKONOMI
SERANG, (PRLM).- Nilai ekspor Banten pada April 2015 naik 8,00 persen dibanding Maret 2015.