Marak Penjualan Produk Kosmetik Berbahaya Lewat Daring

CIANJUR, (PRLM).- Maraknya penjualan melalui media daring (online) produk kosmetika berbahaya membuat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cianjur mulai memperketat pengawasan penjualan produk-produk tersebut.

"Kami mulai dapat pengaduan mengenai produk kosmetik yang justru merusak wajah dan tidak sesuai janji dalam produk tersebut. Kami duga produk kosmetik dengan kandungan merkuri yang melebihi batas. Biasanya dijual melalui online (daring)," ucap Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Cianjur, Yudi Adhi Nugroho kepada "PRLM", Selasa (23/4/13).

Dengan banyaknya pengaduan, kata Yudi, Diperindag mulai memperketat. Tidak hanya kosmetik, tapi juga pada produk makanan atau minuman yang dijual di toko, warung, atau kios.

Lebih lanjut Yudi mengatakan penjualan secara daring yang rata-rata menawarkan produk kosmetik itu, memang minim pengawasan.

"Memang kita belum menyentuh pengawasan penjualan produk-produk secara online (daring). Kita baru sebatas mengawasi peredaran produk-produk yang dijual secara kasat mata di warung, kios, atau toko.," tuturnya. (A-186/A_88)***

Baca Juga

Ini Harga Acuan Sembako yang Ditetapkan Pemerintah

JAKARTA, (PR).- ‎Pemerintah mengeluarkan aturan baru yang menetapkan Harga Acuan Pembelian di Petani, dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen untuk sembilan komoditas bahan pokok. Aturan ini mulai berlaku 16 Mei 2017.

Ini Lokasi Penukaran Uang di Jawa Barat Selama Ramadan

BANDUNG, (PR).- Menjelang Hari Raya Idulfitri peredaran uang akan meningkat. Begitu pula dengan tingkat konsumsi yang semakin tinggi. Tak hanya itu, budaya memberikan uang baru pada saudara dan kerabat seakan tak terpisahkan.

Kesadaran Berasuransi Kian Meningkat

JAKARTA, (PR).- Pendapatan industri asuransi jiwa pada kuartal I tahun 2017 mencapai Rp 56,96 triliun atau meningkat 16,4 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2016 yang mencapai Rp 48,94 triliun.

Penerima Subsidi Listrik 900 VA Ditambah 2,44 Juta Pelanggan

JAKARTA, (PR).- Pemerintah menambah jumlah penerima subsidi listrik sebanyak 2,44 juta pelanggan. Kementerian ESDM menugaskan PLN untuk mengubah tarif pelanggan listrik tersebut menjadi tarif subsidi ‎mulai 1 Juli 2017.