Marak Penjualan Produk Kosmetik Berbahaya Lewat Daring

CIANJUR, (PRLM).- Maraknya penjualan melalui media daring (online) produk kosmetika berbahaya membuat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cianjur mulai memperketat pengawasan penjualan produk-produk tersebut.

"Kami mulai dapat pengaduan mengenai produk kosmetik yang justru merusak wajah dan tidak sesuai janji dalam produk tersebut. Kami duga produk kosmetik dengan kandungan merkuri yang melebihi batas. Biasanya dijual melalui online (daring)," ucap Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Cianjur, Yudi Adhi Nugroho kepada "PRLM", Selasa (23/4/13).

Dengan banyaknya pengaduan, kata Yudi, Diperindag mulai memperketat. Tidak hanya kosmetik, tapi juga pada produk makanan atau minuman yang dijual di toko, warung, atau kios.

Lebih lanjut Yudi mengatakan penjualan secara daring yang rata-rata menawarkan produk kosmetik itu, memang minim pengawasan.

"Memang kita belum menyentuh pengawasan penjualan produk-produk secara online (daring). Kita baru sebatas mengawasi peredaran produk-produk yang dijual secara kasat mata di warung, kios, atau toko.," tuturnya. (A-186/A_88)***

Baca Juga

#KlipingPR Mengintip Harga TV Berwarna Tahun 1980

26 Maret 1980. Tahun 1980-an adalah awal masa keemasan untuk televisi berwarna di rumah-rumah. Saat itu, televisi berwarna adalah simbol kemewahan bagi sebuah keluarga di tengah lingkungannya.

Soal Kasus Pemalsuan Bilyet, BTN Patuhi Proses Hukum

JAKARTA, (PR).- Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Maryono menegaskan, operasional perseroan sampai saat ini berjalan lancar. Masyarakat masih tetap dapat melakukan transaksi seperti biasa di kantor cabang Bank BTN seluruh Indonesia.

Tingkatkan Serapan, Bulog Jabar Tampung Gabah Kualitas Rendah

BANDUNG, (PR).- Untuk meningkatkan serapan, pemerintah pun telah meminta Perum Bulog untuk menyerap gabah kualitas rendah yang mengandung kadar air tinggi 25%-30% dengan harga Rp 3.700 per kg sesuai dengan peraturan pemerintah.

Raja FO Bidik Wisata Halal

BANDUNG, (PR).- Chief Executive Officer (CEO) Perisai Group, Perry Tristianto, yang dikenal sebagai Raja Factory Outlet (FO) membidik pasar wisata halal.