Dari Satu Juta Lembar Uang Asli Yang Beredar di Jabar, Enam Lembar Palsu

EKONOMI

GARUT, (PRLM).-Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI Jawa Barat, M Zaeni Aboe Amin, mengilustrasikan terdapat enam lembar uang palsu dari satu juta lembar uang asli yang beredar di Jawa Barat. Menurutnya, jumlah uang palsu yang beredar di Jabar masih tergolong rendah.

"Namun demikian, nominalnya bisa dibilang cukup besar. Berkisar setara nilai Rp 50.000-Rp 100.000," katanya seusai sosialisasi kebanksentralan dan ciri-ciri uang asli di SMK 5 Kabupaten Garut, Selasa (23/4).

Mengomentari fenomena peredaran uang palsu menjelang momentum pemilihan umum, dia mengatakan, secara historis fenomena tersebut ada. "Bila melihat pola-pola terdahulu, peredaran upal yang dipengaruhi faktor pemilihan umum itu ada," katanya.

Oleh sebab itu, dia menilai, penegakan hukum penting dilakukan untuk mencegah peredaran upal yang meluas.

Selain itu, menyosialisasikan pemahaman kepada masyarakat luas mengenai ciri-ciri uang asli juga menjadi tak kalah pentingnya. "Upaya itu perlu terus ditingkatkan, karena upal sendiri sangat merugikan negara," ujarnya.

Dia mengatakan, tindakan hukum tersebut harus memberikan efek jera terhadap pelakunya. Masalahnya, dia menilai, selama ini tindakan hukum terkait peredaran Upal masih belum memberikan efek jera yang optimal.

Menurutnya, upal pada umumnya banyak beredar di kota-kota besar. Meski tidak menutup kemungkinan kawasan-kawasan terpencil terdapat juga upal.

Dia mengatakan, bisa saja upal yang beredar di kawasan terpencil terpengaruh oleh orang yang membawanya dari kota pusat.

"Untuk kasus di daerah, laporan mengenai peredaran upal menjadi minim bisa saja karena dipengaruhi oleh ketidaktahuan warganya akan karakteristik upal, lalu ketakutan bahwa mereka nanti disangka ikut bagian dalam mengedarkan upal itu," katanya.

Padahal, menurutnya, mengenali upal bisa dilakukan oleh panca indera melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang). Tidak memerlukan teknologi tertentu.

"Kami melakukan sosialisasi uang asli secara berkelanjutan, termasuk ke daerah terpencil agar masyarakat bisa memiliki ilmu untuk membedakan antara uang asli dan palsu," tuturnya.

Di Kecamatan Cikelet, rombongan Bank Indonesia mengunjungi dua sekolah, yakni SDN Cikelet 03 dan SMK 5 Kabupaten Garut. Di kedua sekolah tersebut disosialisasikan mengenai kebanksentralan dan ciri-ciri uang asli. Selain itu, diberikan juga bantuan peralatan sekolah oleh BI.

Kegiatan lainnya di Kecamatan Cikelet, BI juga melakukan penyerahan bantuan ke penangkaran ikan Manalusu di Kecamatan Cikelet, serta membuka kas keliling di Koperasi Unit Desa Kecamatan Cikelet. (A-204/A-89)***

Baca Juga

"Tax Amnesty" Bisa Tambah Pendapatan Negara

EKONOMI

BANDUNG, (PRLM).- Wacana yang dilontarkan Dirjen Pajak dan Keuangan, Sigit Priadi beberapa waktu lalu terkait adanya "tax amnesty" atau pengampunan pajak diharapkan mampu mengembalikan uang-uang warga Indonesia yang selama ini banyak berdiam di luar negeri untuk meningkatkan pendapatan negara.

Gubernur Dorong Pengembangan Pasar Tradisional

EKONOMI
GUBERNUR Jawa Barat, Ahmad Heryawan mendorong pasar-pasar tradisional khusus seperti pasar burung, pasar ikan, pasar bunga untuk dikembangkan.*

BANDUNG, (PRLM).- Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mendorong pasar-pasar tradisional khusus seperti pasar burung, pasar ikan, pasar bunga untuk dikembangkan dan lebih diperhatikan.

Jangan Dirikan BUMN Khusus Gantikan Peran SKK Migas

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Fuad Bawazier, ekonom yang mantan menteri keuanga mengatakan, pemerintah tidak perlu ngotot mendirikan BUMN khusus untuk menggantikan Peran SKK Migas.

Harga Sebagian Besar Komoditas Naik 30 Persen

EKONOMI
PEDAGANG sayuran Pasar Banjaran, Kabupaten Bandung menunjukan sisa jengkol yang ia miliki, Minggu (7/6/2015). Harga yang meroket sejak pekan lalu membuat pedagang kecil sulit menjual komoditas yang bukan utama namun banyak penggemar itu.*

BANDUNG, (PRLM).- Kurang dari dua pekan menjelang Ramadan, harga kebutuhan pokok di kawasan Bandung Raya terus mengalami fluktuasi. Meskipun ada yang turun, harga sebagian besar komoditas terus merangkak naik pada kisaran 30-45 persen