Pembunuh Massal Itu Ternyata Wanita dengan Senyum Lembut

LUAR NEGERI
KIM Hyun-Hui mengatakan menyesal dilahirkan di Korea Utara.*
BBC.CO.UK/PRLM
KIM Hyun-Hui mengatakan menyesal dilahirkan di Korea Utara.*

SEOUL, (PRLM).- Kim Hyun-Hui tidak terlihat seperti seorang pembunuh massal. Ibu dua anak berusia 51 tahun itu memiliki senyum yang lembut dan suara pelan. Kini ia tinggal di sebuah tempat terpencil yang dirahasiakan di Korea Selatan.

Ia khawatir pemerintah Korea Utara masih ingin membunuhnya, dan dengan alasan yang tepat.

Kim Hyun-Hui pernah menjadi agen rahasia Korea Utara. Dua puluh lima tahun silam, atas perintah Pyongyang, ia meledakkan sebuah pesawat Korea Selatan.

Seusai mengikuti pelatihan selama enam tahun, pada 1987 Hyun-Hui yang berusia 25 tahun menjalani misi besar pertamanya.

"Saya diperintahkan untuk menjatuhkan pesawat Korea Selatan sebelum Olimpiade Seoul," kata Hyun-Hui pada wartawan BBC Rupert Wingfield-Hayes.

Kim dan rekannya naik pesawat dari Baghdad dan meletakkan koper berisi bom di loker atas dalam kabin penumpang. Saat transit di Abu Dhabi, kedua agen itu melarikan diri.

Beberapa jam kemudian, bom meledak di atas Laut Andaman dan menewaskan 115 penumpang. Namun keduanya berhasil terlacak dan tertangkap di Bahrain.

Rekannya bunuh diri dengan rokok sianida tapi Hyun-Hui gagal mencabut nyawanya sendiri. Ia diterbangkan ke Seoul dan dipertontonkan di hadapan media internasional. "Saat itu saya yakin mereka akan membunuh saya," katanya.

Setelah sempat bungkam dalam interogasi, Hyun-Hui akhirnya mengakui perbuatannya. "Saya sangat takut keluarga saya di Korea Utara akan berada dalam bahaya jika saya buka mulut," kata dia.

Dalam pengakuannya, ia menegaskan bahwa perintah peledakan pesawat datang langsung dari pemimpin Korea Utara saat itu Kim Il-Sung atau calon penerusnya, Kim Jong-Il. Kini ia menghabiskan hidup dalam kesendirian dan berharap keluarga para korban memaafkan perbuatannya.

Sepanjang wawancara, Hyun-Hui tampak sangat tenang tetapi ia menangis saat menjawab pertanyaan mengenai nasib keluarganya.

"Saya tidak tahu apa yang terjadi pada mereka. Saya dengar orang melihat mereka dibawa dari Pyongyang ke kamp kerja paksa," kata dia.(bbc/A-147)***

Baca Juga

Gara-gara Tes Medis, Ribuan Pasangan Gagal Menikah

LUAR NEGERI

RIYADH, (PRLM).- Ratusan ribu pasangan di Arab Saudi memutuskan tali pertunangan mereka setelah melihat hasil uji kesehatan pra-pernikahan, sebut harian Saudi.

Presiden Yaman Mengungsi ke Arab Saudi

LUAR NEGERI

RIYADH, (PRLM).- Presiden Yaman Abdrabbuh Mansour Hadi tiba di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, selagi koalisi militer negara-negara Arab melancarkan serangan terhadap kubu pemberontak Houthi.

Hadi mengungsi ke Kota Aden selama sebulan terakhir sejak milisi Houthi menduduki Ibu Kota Sanaa.

Serangan Al-Shabab di Mogadishu, 10 Tewas

LUAR NEGERI

MOGADISHU, (PRLM).- Sepuluh orang tewas dalam baku tembak di hotel Maka al-Mukarama Mogadishu, termasuk duta besar Somalia untuk Swiss, Yusuf Bari Bari.

Badan PBB Urusan HAM Bekerja Lawan Ekstremis Kejam

LUAR NEGERI

NEW YORK, (PRLM).- Badan PBB Urusan hak asasi manusia dalam sidang terbarunya menyimpulkan bertekad melawan ekstremis yang kejam.

Amerika mengatakan 77 negara menandatangani pernyataan yang digagas AS untuk melawan ekstremis, sekaligus melindungi HAM dan kebebasan.