Headlines

Dapil Jabar Diserbu Artis, Mantan Koruptor dan Politisi Senior

JAKARTA, (PRLM).- Pendaftaran Daftar Calon Sementara (DCS) anggota legislatif DPR RI periode 2014-2019 telah ditutup pada Senin (22/4/13) di Gedung KPU, Jakarta Pusat. Dua belas parpol peserta Pemilu 2014 pun kemudian berlomba-lomba untuk menempatkan caleg terbaiknya di daerah pemilihan (Dapil) potensial seperti Dapil Jawa Barat.

Dapil Jabar pun kemudian "diserbu" caleg dari artis, mantan narapidana hingga politisi senior. Untuk caleg yang dulunya mantan narapidana atau seseorang yang pernah terjerat kasus korupsi muncul dalam DCS dari Partai Bulan Bintang (PBB).

Nama yang didaftarkan PBB adalah Nazaruddin Syamsuddin, mantan terpidana kasus korupsi dana KPU tahun 2005.

"Nazaruddin Syamsuddin maju melalui Dapil Jawa Barat II," kata Sekretaris Jenderal PBB BM Wibowo saat ditemui di Kantor KPU Pusat, Jakarta, Senin (22/4/2013).

Menurut Wibowo, partainya memberikan kesempatan kepada mantan Ketua KPU tersebut karena masa hukuman 5 tahun yang dijatuhkan oleh pengadilan sudah selesai dijalankan. Apalagi hukuman dan kasus yang dituduhkan kepada Nazaruddin sangatlah politis.

"Kasusnya kan dia dituduh korupsi Rp 2 miliar. Tapi itu masalah politik, pandangan kami kalau dia mau korupsi ya lebih dari nominal itu. Apalagi masa hukum 5 tahun sudah lewat dan dia punya hak politik untuk menjadi anggota parlemen," tutur Wibowo.

Selain Nazaruddin, PBB juga mencantumkan nama mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Pol Purn Susno Duadji dalam DCS yang diserahkan ke KPU.

Susno sebelumnya terlilit kasus PT Salmah Arowana saat menjabat Kabareskrim. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Susno divonis hukuman 3 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 200 juta. Selain itu Susno diwajibkan membayar uang pengganti Rp 4 miliar. Dalam kasus itu, Susno dinyatakan bersalah karena menerima suap Rp 500 juta dengan mempercepat penyidikan kasus tersebut. Susno nantinya akan bertarung di Dapil Jabar I.

Susno yang ditemui di Gedung KPU mengatakan, persoalan dengan Kejaksaan Agung tidak akan mengganjal dirinya menjadi caleg. "Masalah dengan Kejagung kan sudah beres tidak ada masalah lagi," ujar Susno di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Senin (22/4).

Ia berpendapat, keputusan Mahkamah Agung merupakan hasil yang sudah di atas hitam putih. Untuk itu, kasusnya tidak mungkin balik lagi ke pengadilan negeri. "Itu nanti saya bisa balik lagi ke Brimob," ujarnya.

Selain kedua caleg PBB, Partai Nasdem memunculkan sosok Johnny Indo sebagai caleg yang akan berkompetisi di Dapil Jabar tepatnya di Dapil Sukabumi. Nama Johnny Indo dulu sangat populer di lembah hitam. Setelah meninggalkan dunia kriminal dia menjadi artis dan penceramah. Kini, Johnny Indo masuk politik.

Johnny Indo ikut mendaftar sebagai caleg dari Partai NasDem. Sosoknya hadir di saat partai besutan Surya Paloh itu menyerahkan daftar caleg sementara ke Komisi Pemilihan Umum, Senin (22/4).

"Alhamdulillah sehat. Saya juga daftar caleg Partai NasDem. Dari daerah pemilihan Sukabumi," katanya.

Johnny mengatakan dia terlebih dulu masuk organisasi Nasional Demokrat, lantas mendaftar menjadi anggota Partai NasDem. Dia mengatakan menjadi Ketua Bidang Beladiri Baret DPP Partai NasDem. "Saya membawahi olahraga pencak silat," ujar Johnny.

Dulu, Johnny Indo sempat ditahan di LP Nusakambangan karena perampokan toko emas di Cikini. Johnny juga sempat melarikan diri dari penjara Nusakambangan yang ganas namun kembali tertangkap.

Selain memunculkan nama Johnny Indo, Nasdem memang memunculkan beberapa artis dan atlet untuk bersaing di Dapil Jabar. Sebut Ricky Subagja yang merupakan mantan pebulungtakis Nasional Indonesia.

Sekjen Partai Nasdem Patrice Rio Capella mengatakan, seluruh kader dari kalangan artis dan mantan olahragawan di tempatkan di Dapil Jabar. Sebut saja Donny damara, Melly Manutu, Ricky Subagja dan Sina Sandy.Penempatan mereka di Dapil Jabar karena memang mereka berasal dari sana.

"Donny Damara nomor 1 di Sumedang, Ricky Subagja No. 1 di Bandung. Melly Manuhutu No. 1 di Cianjur, Mell Sandy No. 2 di Bandung Barat. Mereka datang ke kami untuk menjadi calon," kata Rio.

Sedangkan untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP), parpol berlambang Kabah itu lebih menempatkan caleg seniornya di Dapil Jabar. Sementara caleg artisnya tersebar di seluruh Dapil.

"Dapil di Pulau Jawa memang menjadi target kami. Provinsi seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur menjadi lumbung suara PPP karena pemilih kami berasal dari pesantren dan masyarakat tradisional," ucap Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PPP Fernita Darwis, di Gedung KPU.

Strategi untuk dapat meningkatkan jumlah kursi tersebut, kata dia, pihaknya mulai mengedepankan perempuan yang juga politisi senior pada nomor urut atas di Dapil seperti Jawa Barat. Selain itu, beberapa artis papan atas direkrut untuk bisa dicalegkan melalui PPP.

"PPP sudah membuat teori manajemen dapil. Di Dapil Jabar 7 dan 11 kami tempatkan perempuan di nomer urut 1,2, dan 3. Istri Pak Suryadarma Ali akan ditempatkan pada Dapil Jabar 7," ucapnya.

Ia pun berharap dengan begitu jumlah kursi DPR dari Dapil Jabar bisa meningkat yang pada Pemilu 2009 mendapatkan 8 kursi. "Target kita muluk-muluk saja agar bisa terpenuhi," katanya.

Sedangkan untuk para artis, kata dia, nama seperti Lyra Virna, Angel Lelga, Okky Asokawati, Emilia Contessa, Mat Solar hingga tokoh Front Pembela Islam (FPI) Munarman turut meramaikan bursa caleg PPP. Para artis itu akan ditempatkan pada Dapil kota asal mereka.

Untuk Partai Golkar, Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Nurul Arifin mengatakan, hanya ada empat nama artis yang dicalonkan. Dia pun menyatakan partai identik dengan warna kuning itu kedatangan seorang bakal caleg baru dari kalangan artis.

"Soal bakal caleg artis, yang baru ada Charles Bonar Sirait. Yang incumbent saya (Nurul Arifin), Tantowi Yahya, dan Tety Kadi," katanya.

Caleg artis dari Partai Amanat Nasional pada Dapil Jabar muncul nama artis Desy Ratnasari. Desi maju menjadi caleg Dapil Jabar IV atau Dapil Sukabumi. (A-194/A_88)***

Customize This