Dipicu Tingginya Pernikahan Dini

Angka Kematian Bayi dan Ibu di Banjarnegara Tertinggi di Jateng

NASIONAL

BANJARNEGARA, (PRLM).- Angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian ibu (AKI) di Kabupaten Banjarnegara tertinggi di Jawa Tengah, dipicu oleh tinggi angka pernikahan dini serta kurangnya perhatian lingkungan terhadap ibu hamil.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten drg. Puji Astuti mengakui, angka kematian bayi di Banjarnegara merupakan yang tertinggi di Jawa tengah.

Angka Kematian Bayi absolut pada 2012 jumlahnya mencapai 297 kematian bayi dari 16.358 kelahiran hidup atau 18/1.000 KH. "Angka tersebut jauh lebih tinggi dari target AKB Kabupaten 10,1/1.000 KH sedangkan target propinsi adalah 9/1.000 KH," katanya, Senin (22/4/13).

Penyebab tertinggi angka kematian bayi karena kelahiran prematur atau berat bayi lahir kurang dari 2500 gr atau yang dikenal dengan istilah berat bayi lahir rendah (BBLR)," jelasnya.

Bayi lahir prematur dikarenakan bayi lahir sebelum waktunya atau dikenal dengan istilah prematur, pernikahan dini, kurang asupan gizi dan kurangnya kasih sayang dan perhatian dari keluarga terdekat, di mana Ibu hamil tidak menjadi perhatian di rumah dan lingkungannya.

"Kita masih sering menjumpai ibu hamil yang harsuy bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga. Sekalipun beban kerja yang tidak berkurang tersebut tidak diimbangi dengan asupan gizi yang seimbang," kata Puji Astuti.

Menurut dia, masalah Angka Kematian Ibu (AKI) juga patut menjadi perhatian serius karena AKI pada 2012 mencapai 140/100.000 atau 23 kasus kematian. Angka ini masih jauh lebih tinggi dari target AKI 74,25/100.000.

Wakil Bupati Drs. Hadi Supeno, M. Si. juga mengingatkan, angka Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Banjarnegara pada 2012 menduduki peringkat 33 dari 35 Kabupaten se Jateng.

Selain bidang pendidikan, bidang kesehatan merupakan penyumbang terbesar rendahnya angka IPM.

Faktor penyebab kematian bayi diketahui bahwa faktor pernikahan dini menjadi penyumbangnya. "Ini menjadi perhatian serius karena masalah ini tidak saja menyangkut kesehatan bayi dan ibu, juga masalah kelanjutan pendidikan ibu muda tersebut. Karena bila sampai putus sekolah ke depannya akan melahirkan masalah sosial baru," kata Wabub. (A-99/A_88)***

Baca Juga

Tempat Kos dan Pendatang Dirazia, Antisipasi Sidang Ba'asyir

NASIONAL

CILACAP, (PRLM).- Menghindari pendatang gelap menjelang sidang peninjauan kembali kasus terorisme yang melibatkan Abu Bakar Ba'asyir, petugas dari Kepolisian Resor (Polres) Cilacap Jawa Tengah melakukan razia serta pendataan pendatang di rumah kos-kosan di sekitar lokasi Pengadilan Negeri (

200 Tahun Tambora Meletus Diperingati dengan Festival

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Menteri Pariwisata Arief Yahya meluncurkan Festival Pesona Tambora (FPT) 2016 yang mengambil momentum peristiwa meletusnya Gunung Tambora di Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat, yang menghebohkan dunia pada 200 tahun lalu.

Pemerintah Diminta Buat Regulasi Atasi Masalah Otsus Papua Barat

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Penggunaan dan pengelolaan dana otonomi khusus (otsus) hingga saat ini dirasa belum meningkatkan kemakmuran masyarakat Papua baik dari kualitas pembangunan infrastruktur maupun manusianya.

Ketua DPR: Gafatar Bubarkan Saja

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Ketua DPR RI, Ade Komarudin menegaskan bahwa pemerintah selayaknya membubarkan organisasi bernama Gafatar jika dalam perjalanannya bertentangan dengan nilai-nilai yang ada di Pancasila.