Sepuluh Parpol di Kota Bekasi Memilih Daftarkan DCS pada Hari Terakhir

POLITIK

BEKASI, (PRLM).-Sepuluh dari 12 partai politik peserta Pemilu Legislatif di Kota Bekasi memilih menyerahkan Daftar Calon Legislatif Sementara (DCS) pada hari terakhir pendaftaran, Senin (22/4).

Tumpleknya parpol pendaftar pada hari yang sama ini membuat Aula Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi ramai sejak pagi hingga sore saat masa pendaftaran ditutup.

Ketua KPU Kota Bekasi Tubagus Hendy Irawan mengatakan, dua partai yang menyerahkan DCS lebih awal dan bukan di hari terakhir masa pendaftaran ialah Hanura dan Demokrat. Adapun sisanya, yakni Nasional Demokrat, PKB, PKS, PDIP, Golkar, Gerindra, PAN, PPP, PBB, PKP.

“Selama mendaftar sebelum penutupan pada pukul 16.00 WIB, kami perbolehkan, walaupun jadinya menumpuk karena sepuluh partai itu datang di hari yang sama. Mereka mungkin punya alasan masing-masing kenapa memilih mendaftar di hari terakhir. Asalkan persyaratan yang diminta lengkap, kami tak boleh menolak,” katanya.

Persyaratan yang diserahkan partai-partai itu pun harus sudah pasti. Dengan kata lain, KPU tidak memperkenankan penyertaan data tambahan yang disusulkan di kemudian hari.

“Misalnya jumlah nama pada DCS saat didaftarkan belum mencapai 50 orang. Partai bersangkutan tak bisa menyusulkan nama tambahan untuk menggenapi jumlahnya menjadi 50. Data yang kami proses verifikasinya sesuai dengan yang diserahkan partai di awal,” katanya.

Namun demikian, KPU sempat meminta PDIP melengkapi berkas persyaratan yang diajukan. Pasalnya, DCS partai berlambang banteng ini ditandatangani Pelaksana Harian Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kota Bekasi Daniel Lumban Tobing sebelum SK pengangkatannya terbit.

“Berdasarkan SK, yang bersangkutan diangkat sebagai Plh Ketua DPC PDIP Kota Bekasi per 20 April, tapi tanda tangan DCS dilakukan sebelumnya. Ini yang kami minta perbaiki,” kataAnggota KPU Kota Bekasi Suranto.

PDIP Kota Bekasi yang menyerahkan berkas kelengkapan sejak pagi sanggup memenuhi persyaratan tambahan yang diminta KPU. Penggantian sosok Ketua DPC yang dilakukan di masa-masa akhir penyerahan DCS ini tak dianggap sebagai kerikil dalam perjalanan partai di Pileg 2014.

“Itu merupakan keputusan Dewan Pimpinan Pusat. Kami di daerah menghargai apa pun keputusannya. Toh, pendaftaran calon legislatif kami tetap bisa diproses dan tidak bermasalah,” kata Wakil Ketua DPC PDIP Kota Bekasi Sudirman.

DPP PDIP memutuskan mencopot Mochtar Mohamad dari jabatannya sebagai Ketua DPC PDIP Kota Bekasi. Sebagai pengganti, DPP menunjuk Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Barat Daniel Lumban Tobing sebagai Plh Ketua DPC PDIP Kota Bekasi. (A-184/A-89)***

Baca Juga

Jokowi Mempunyai Kelemahan Maladministrasi

POLITIK

TASIKMALAYA, (PRLM).- Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS Mohamad Sohibul Iman merasa sedih Indonesia mempunyai presiden seperti Joko Widodo. Pasalnya, Jokowi mempunyai kelemahan maladministrasi.

Ketua Komisi I DPR : Bang Yos Sudah Lanjut, Tapi Orangnya Gaul

POLITIK

JAKARTA, (PRLM).- Penunjukan Letjen (Pur) Sutiyoso sebagai Kepala BIN menggantikan posisi Marciano Norman mengundang pertanyaan lantaran usianya dinilai sudah lanjut, sementara penunjukan Kasad Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai calon Panglima TNI, lancar-lancar saja, tidak ada yang protes.

‎Tak Semua Masyarakat Tahu Pilkada Serentak 9 Desember

POLITIK

‎JAKARTA, (PRLM).- Pemilihan kepala daerah serentak 9 Desember 2015 belum diketahui oleh semua lapisan masyarakat termasuk di daerah penyelenggara pilkada. Salah satunya yakni masyarakat di Kota Dumai, Provinsi Riau, Sumatra.

Pemimpin yang Ingkar Janji Perlu Difatwai MUI

POLITIK

JAKARTA, (PRLM).- Wakil Ketua Umum MUI KH. Ma’ruf Amin mengakui jika saat ini banyak usulan dari masyarakat agar pemimpin yang ingkar janji itu difatwai MUI, karena janji itu utang.